Hari ini : Kamis, 22 Oktober 2020 16:59

12 Mei merupakan Hari Perawat Internasional.

Ilustrasi foto perawat

Kabarjoglo.com – Mengingat setiap tanggal 12 Mei merupakan Hari Perawat Internasional adalah hari perayaan untuk menandai kontribusi perawat terhadap masyarakat, yang dirayakan tahunnya.

Peringatan tersebut didedikasikan khusus bagi kerja keras perawat.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah melakukan aksi solidaritas. Pihaknya mengajak para perawat untuk mengenakan pita hitam selama sepekan atau sampai 16 April 2020.

Hari Perawat Internasional ditujukan untuk memberi suatu kesempatan memperingati para perawat seantero dunia dan kontribusinya terhadap pelayanan kesehatan masyarakat

Sejarah

International Nurses Day (IND) merupakan perayaan hari perawat dunia yang dilaksanakan pertama kali pada tahun 1974 oleh The International Council of Nurses (ICN).

Penentuan dari hari perawat dunia ini berdasarkan dari hari lahir tokoh dunia keperawatan yaitu Florence Nightingale (12 Mei 1820).

Perayaan hari keperawatan dunia ini merupakan perayaan sebagai bentuk penghargaan bagi perawat-perawat dunia yang sudah mengabdi kepada profesi keperawatan.

Perayaan hari perawat pertama kali diusulkan oleh Dorothy Sutherland (seorang petugas dari Departemen Kesehatan, Pendidikan dan Kesejahteraan Amerika Serikat) pada tahun 1953 dan pertama dicanangkan oleh Presiden Dwight D. Eisenhower.

Dan itu pertama kali dirayakan oleh International Council of Nurses (ICN) pada tahun 1965.

International Council of Nurses International Council of Nurses [ICN] atau Konsil Keperawatan Internasional [KKI] adalah sebuah federasi yang beranggotakan asosiasi-asosiasi perawat nasional [NNAs] dari 133 negara di dunia dan merupakan representasi dari jutaan perawat di seluruh dunia.

ICN bekerja sama dengan asosiasi-asosiasi yang menjadi anggotanya terkait berbagai issue penting pada profesi keperawatan. ICN tidak memiliki keanggotaan secara perseorangan.

Para perawat yang telah terdaftar dalam asosiasi perawat nasional dari suatu negara secara otomatis terdaftar juga sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ICN.

Misi ICN adalah sebagai representasi dari profesi perawat dalam tatanan internasional dan terlibat secara aktif dalam mempengaruhi kebijakan kesehatan di seluruh dunia.

Tenaga medis dari rumah sakit mata Dr Yap melakukan pemeriksaan mata kepada salah satu warga yang mengikuti pemeriksaan dini glaukoma di Puskemas Gondokusuman I, Kota Yogyakarta, Rabu (14/3/2018).

Deteksi dini glaukoma yang dilakukan secara gratis kepasa 100 orang warga tersebut diadakan dalam rangka peringatan pekan glaukoma sedunia sebagai bentuk peringkatan pengetahuan masyarakat akan penyakit yang menjadi penyebab kebutaan permanen no satu didunia.

ICN bekerja dalam tiga area program utama, yang dikenal sebagai Pilar ICN, yaitu: Praktik Keperawatan Profesional, Regulasi, dan Kesejahteraan Sosial Ekonomi.

Ketiga Pilar ICN tersebut berfokus pada tujuan untuk memperbaiki kesenjangan yang masih terjadi dalam area keperawatan dan kesehatan.

Kode Etik ICN merupakan dasar pijakan bagi Kode Etik asosiasi perawat nasional dari seluruh dunia.

Tugas ICN bekerja dalam banyak area, terutama dalam memberikan panduan dalam Praktik Keperawatan Profesional, Perumusan Regulasi, dan peningkatan Kesejahteraan Sosial Ekonomi pada berbagai negara di dunia, terutama yang berkaitan dengan Standar Keperawatan dan Kebijakan dalam Keperawatan dan Kesehatan di manca negara.

ICN menyediakan publikasi dalam skala yang luas terkait issue-issue terkini dan kebijakan-kebijakan yang diambil organisasi bagi anggotanya secara gratis.

ICN setiap tahunnya mempublikasikan dan mendiseminasikan seperangkat media untuk dipergunakan dalam peringatan Hari Perawat Sedunia [The International Nurses’ Day Kit yang dilaksanakan secara serentak diberbagai belahan dunia setiap tanggal 12 Mei.

Close
Close

SPONSOR