Hari ini : Selasa, 20 Oktober 2020 15:50

Menyambut Zulhijah, Mengejar Amalan – Amalan Terbaik.


Jakarta, Kabarjoglo.com Bulan Zulhijah sudah datang, tanda tahun 1441 Hijriah segera berakhir. Namun bonus pahala dari Allah tidak putus di akhir bulan ini. Justru banyak amalan-amalan yang disunahkan pada penghujung tahun Hijriah ini.

Diriwayatkan oleh Abu Daud, Nabi pernah bersabda bahwa tidak ada satu amal saleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihiamal saleh yang dilakukan pada 10 hari pertama bulan Zulhijah. Para sahabat bertanya, “Tidak pula jihad di jalan Allah?” NabiMuhammad shallallahualaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.“

Begitu besarnya pahala yang akan didapatkan oleh orang yang beramal di bulan Zulhijah, bahkan tidak lebih kecil dari pahalajihad. Oleh karenanya Nabi mencontohkan beberapa amalanyang dapat dilakukan pada bulan Zulhijah.

Seperti puasa salah satunya. Bagi orang yang tidak berhajidianjurkan untuk menunaikan puasa Arafah yaitu pada tanggal 9 Zulhijah. Hal ini berdasarkan hadis Abu Qotadah, yakniRasulullah bersabda, “Puasa Arafah dapat menghapuskan dosasetahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.”

Lebih lanjut Rasulullah shallallahualaihi wa sallam bahkanmengajarkan berpuasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijah karenaRasulullah mendorong kita untuk beramal saleh ketika itu, danpuasa adalah sebaik-baiknya amalan. Hal ini diceritakan dariistri Hunaidah bin Kholid, yang mengatakan beberapa istri Nabiyang bercerita, “Rasulullah shallallahualaihi wa sallam biasaberpuasa pada sembilan hari awal Zulhijah, pada hari Asyura(10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya.

Selain puasa, takbir dan zikir juga disunahkan di bulan ini. Bertakbir, bertahlil, bertasbih, bertahmid, beristigfar, danmemperbanyak doa adalah amalan-amalan dianjurkan. Disunahkan untuk mengeraskan suara ketika bertakbir di pasar, jalan-jalan, masjid dan tempat-tempat lainnya.

Amalan ini diriwayatkan Imam Bukhari yang mengatakan Ibnu Abbas berkata, “Berzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10  hari pertama Zulhijah dan juga pada hari-hari tasyrik.” Ibnu Umar dan Abu Hurairah pernah keluar kepasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin Ali pun bertakbir setelah shalat sunah.

Dan tentu kita tidak melupakan amalan di tanggal 10 Zulhijah yang dirayakan seluruh umat muslim, yakni ibadah haji dankurban. Dunia dipenuhi takbir dan umat muslim seluruh duniaakan berbahagia sambil mengenang teladan takwa Nabi Ibrahim.

Namun berbeda dari tahun sebelumnya, tanah suci ditutup tahunini karena pandemi. Kondisi ini menyisakan kurban sebagaipuncak ibadah di 10 hari pertama bulan Zulhijah.

Hikmah kurban sebagai ibadah utama di bulan Zulhijah semakin bertambah dengan adanya pandemi. Banyak masyarakat yang kesulitan akibat ekonomi yang terus merosot akibatpengurangan interaksi sosial. Cendekiawan muslim Prof. Dr. Komaruddin Hidayat menjelaskan bahwa bentuk penghambaankepada Allah juga mesti berdampak kepada orang-orang lain di sekitar.

Melaksanakan perintah kurban itu semata karena Allah danuntuk Allah, namun wujud material dagingnya disampaikan dan dinimakti fakir miskin. Di sini muncul formula bahwa dalamIslam yang namanya pengabdian atau penghambaan pada Allah yang bersifat vertikal itu mesti membawa dampak nyata untuk kebaikan kehidupan sosial yang bersifat horizontal,” ungkapProf. Dr. Komaruddin dalam bukunya yang berjudul “Agama untuk Peradaban: Membumikan Etos Agama dalam Kehidupan“.

Imbauan serupa juga datang dari Presiden Aksi Cepat Tanggap(ACT) Ibnu Khajar. Pada Iduladha tahun ini, Ibnu memaknai kurban sebagai penyelamatan jiwa manusia.

Dengan luasnya jangkauan distribusi kurban tahun ini, kami berharap makin banyak umat yang merasakan berkah dan nikmat kurban di kala pandemi. Pangan menjadi kebutuhanutama umat saat ini, di saat ekonomi nasional dan global terusmengalami resesi. Inilah saatnya bagi kita, umat muslim dan mukminin, untuk menunjukkan ketaatan kita kepada RabbulAlamin sekaligus membagikan kebahagiaan kurban bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga ini menjadibentuk optimisme yang menguatkan kita bersama selamapandemi ini,” harap Ibnu.

Close
Close

SPONSOR