Hari ini : Selasa, 20 Oktober 2020 16:00

Mahasiswa KKN Unisri Surakarta Dorong Desa Mandiri

Sejumlah produk potensial dipajang di sela penarikan mahasiswa KKN Unisri di Desa Plesungan Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar (1/9). / Foto istimewa.

 

Karangayar, Kabarjoglo.com – Ada banyak hal yang ditinggalkan para mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta yang kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Plesungan Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar bagi warga desa setempat.

Selama 45 hari KKN, 30 mahasiswa dari berbagai program studi itu mendorong masyarakat desa setempat untuk mandiri dengan potensi yang dimiliki. Kencur herbal (kebal), jagung telur (jalur), cassava bolu (bolu dari telo), adalah beberapa produk unggulan tinggalan para mahasiswa KKN tersebut yang diharapkan terus dikembangkan warga desa setempat.

Semua produk itu dipamerkan dalam expo penarikan mahasiswa KKN di destinasi wisata Sendang Plesungan, Selasa (1/9), yang dihadari kepala desa dan perangkat desa setempat, di samping mahasiswa, dosen tim pendamping lapangan Lukman Hakim dan Siti Supeni, serta ketua tim KKN Unisri Kharis Triyono. Produk lain buatan para warga desa setempat dengan bimbingan mahasiswa yang ikut ditawarkan adalah handsanitizer plesungan (handsaples) dan cinderama berupa lilin aroma terapi dan gantungan kunci resin.

Salah satu mahasiswa KKN, Ifran Gunawan mengatakan, jika potensi ekonomi dan potensi wisata Desa Plesungan ini digarap secara benar, tidak kalah dibanding desa-desa lainnya yang sudah masyur sebelumnya, seperti Desa Wisata Ponggok Klaten.

“Kami juga sudah menyiapkan berbagai konten potensi desa yang akan diunggah di Youtube untuk membantu promosi dan pemasaran,” kata dia ketika menyampaikan paparan.

Sekretaris Desa Plesungan, Yulianto berterima kasih dan mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan para mahasiswa selama KKN. Pihaknya mengakui, sebenarnya potensi yang ada di Desa Plesungan cukup banyak, hanya saja belum digarap secara optimal.

“Selain produksi dan kemasan produk yang cantik, yang dibutuhkan warga adalah atau produsen adalah promosi dan jaringan pemasaran untuk berjualan,” kata dia.

Butuh Pendampingan

Sementara itu sehari sebelumnya, Kepala Kelurahan Joglo Haryo Seno berharap ada kerja sama dan sinergi berkelanjutan antara Kelurahan Joglo Kecamatan Banjarsari dengan Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Apalagi kampus Unisri berada di kelurahan tersebut.

Hal itu dikatakan di sela penarikan mahasiswa KKN di Pendopo Kelurahan Joglo, Senin (31/8) malam. Menurut Haryo Seno, sebagai kelurahan baru hasil pemekaran yang baru berumur sekitar satu tahun, Kelurahan Joglo perlu sentuhan orang orang pintar dari kampus agar lebih maju, mengikuti kelurahan-kelurahan yang sudah ada.

“Tolong kalau Unisri ada program pemberdayaan masyarakat, pendampingan, apalagi bantuan, tidak usah-usah jauh, ke Kelurahan Joglo saja, di sini masih membutuhkan,” kata Haryo Seno.

Ketua Tim KKN Unisri, Kharis Triyono berterima kasih pada Kelurahan Joglo yang bersedia menampung para mahasiswa dalam KKN selama dua bulan. Selain untuk memenuhi nilai akademis, kata dia, KKN itu sebagai ajang implememtasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruaan Tinggi bagi para mahasiswa.

“Kita sependapat dengan Pak Lurah, semoga kerja sama Unisri dengan Kelurahan Joglo tidak hanya saat KKK saja, besar kemungkinan ada program lain yang bisa dikerjasamakan untuk meningkatkan sumber daya manusia sehingga ada simbiosis mutualisme,” kata dosen Fakultas Pertanian itu.

Sebanyak 16 mahasiswa dari 890 mahasiswa KKN berada di Kelurahan Joglo. Dari jumlah itu, dua mahasiswa adalah warga kelurahan setempat, selebihnya14 mahasiswa berasal dari luar daerah/luar jawa yang tinggal kos di situ. Meski KKN 2020 Unisri itu bertema Bali Ndeso Cegah Covid-19 itu, namun kegiatan para mahasiswa tidak hanya seputar sosialisasi pencegahan corona virus.

Dalam laporannya, di Kelurahan Joglo para mahasiswa juga memberi bimbingan belajar pada anak-anak, penyuluhan, pelatihan bagi ibu-ibu kelompok wanita tani (KWT), serta bantuan tanaman.(*]

Close
Close

SPONSOR