Hari ini : Kamis, 26 November 2020 23:10

Drs. Slamet : Manfaat Matematika Dalam Kehidupan Sehari-hari

Drs. Slamet NIP. 196309112008011002 Guru Matematika SMA Negeri 2 Boyolali

Matematika, di beberapa kalangan anak muda pelajaran ini menjadi momok yang menakutkan, karena pelajaran ini memerlukan pemikiran yang cermat, teliti, dan kritis. Sebenarnya apakah matematika itu ? Berikut sekelumit tentang matematika.

Pengertian matematika menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antar bilangan dan prosedur operasionalyang digunakan dalam penyelesaian masalah bilangan. Dalam perkembangannya bilangan ini diaplikasikan ke bidang ilmu-ilmu lain sesuai penggunaannya. Matematika diartikan sebagai ilmu logika mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang saling berubungan satu sama lainnya dengan jumlah yang terbagi ke dalam tiga bidang yaitu aljabar, analisis, dan geometri. Ada juga yang berpendapat bahwa, matematika diartikan sebagai analisis suatu pola dan hubungannya, suatu jalan atau pola berpikir, suatu seni, suatu bahasa, dan suatu alat. Berdasarkan dari pengertian-pengertian tentang matematika tersebut maka matematika dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari bilangan dan bangun serta konsep-konsep yang berkenaan dengan kebenarannya secara logika menggunakan simbol-simbol yang umum serta aplikasi dalam bidang lainnya. Pendidikan matematika dapat diartikan sebagai proses perubahan baik kognitif, afektif, dan kognitif kearah kedewasaan sesuai dengan kebenaran logika.

Pembelajaran matematika di kelas cukup mempengaruhi tingkat pemahaman dan penguasaan siswa tengtang matematika. Hal inilah yang mengharuskan pembelajaran matematika harus di kemas semenarik mungkin, salah satunya dengan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Matriks dan sistem eliminasi adalah salah satu contoh dari sekian banyak materi matematika yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yang dapat di kemas ke dalam sebuah soa cerita

Peran serta pendidikan matematika dalam pendidikan secara keseluruhan sangat luas tidak hanya berkaitan tentang hal yang teknis dan ilmiah saja. Buktinya bahwa persoalan-persoalan dalam kehidupan sehari-hari dapat diuraikan dalam model matematika sehingga penyelesaiannya lebih cepat dan sederhana. Hal ini sesuai dengan tujuan pengajaran matematika di sekolah yang tertuang dalam kurikulum bahwa matematika melatih siswa untuk berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan mampu menyelesaikan masalah dengan tepat dan singkat serta dapat dipertanggungjawabkan.

Ada beberapa karakteristik matematika, antara lain :

1. Objek yang dipelajari abstrak.
Sebagian besar yang dipelajari dalam matematika adalah angka atau bilangan yang secara nyata tidak ada atau merupakan hasil pemikiran otak manusia. Matematika sulit dipelajari dan sulit diajarkan karena objek yang dipelajari bersifat abstrak yaitu angka atau bilangan dan memiliki hirarki yang tegas serta banyak manipulasi lambang, sehingga Guru harus dapat mengembangkan kualitas pribadi dan siswanya secara keseluruhan, yaitu : Kebiasaan bekerja dengan baik seperti : imajinatif, kreatif, dan fleksibel, sistematik, independen dalam berpikir dan bertindak, bekerja sama, dan cermat. Disini ketlitian sangat diperlukan untuk mengerjakan sesuatu hal. Serta sikap positif terhadap matematika antara lain : terpesona dengan matematika; berminat dan termotivasi; gembira dan menyukai matematik; menghargai maksud, kekuatan, dan relevansi matematika dalam kehidupan; kepuasan yang tumbuh dari keberhasilan dan keyakinan akan kemampuannya mengerjakan matematika. Dalam hal ini banyak para kawula muda yang senang pada matematika, akan merasa puas ketika dapat menyelesaikan sesuatu dengaan benar.

2. Kebenaranya berdasarkan logika.
Logika/kebenaran dalam matematika adalah kebenaran secara logika bukan empiris. Artinya kebenarannya tidak dapat dibuktikan melalui ekserimen seperti dalam ilmu fisika atau biologi. Contohnya nilai √-3 tidak dapat dibuktikan dengan kalkulator, tetapi secara logika ada jawabannya sehingga bilangan tersebut dinamakan bilangan imajiner (khayal). Dalam hal ini peran logika sangat dibutuhkan untuk menelaah sesuatu hal..

3. Pembelajarannya secara bertingkat dan kontinyu.
Pembelajaran matematika sangatlah disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Pemberian atau penyajian materi matematika disesuaikan dengan tingkatan pendidikan dan dilakukan secara terus-menerus. Artinya dalam mempelajari matematika harus secara berulang melalui latihan-latihan soal. Suatu materi pembelajaran matematika harus diulang atau tidak tergantung pada jam pelajaran.

4. Ada keterkaitan antara materi yang satu dengan yang lainnya.
Untuk menuju materi tingkat lanjut harus menguasai materi sebelumnya. Materi yang akan dipelajari harus memenuhi atau menguasai materi sebelumnya. Contohnya ketika akan mempelajari tentang volume atau isi suatu bangun ruang maka harus menguasai tentang materi luas dan keliling bidang datar.

5. Menggunakan bahasa simbol.
Dalam matematika penyampaian materi menggunakan simbol-simbol yang telah disepakati dan dipahami secara umum. Misalnya penjumlahan menggunakan simbol “+” , pengurangan menggunakan simbol “-“ , sehingga tidak terjadi dualisme jawaban.

6. Diaplikasikan dibidang ilmu lain.
Matematika dapat digunakan untuk menyeleksi atau menyaring data yang ada. Seperti tes seleksi calon PNS, Polisi, TNI, pelajar, mahasaiswa atau karyawan menggunakan tes tulis dengan materi matematika (biasanya logika dan berhitung) untuk mengetahui kemampuan berpikir cepat dan dapat menyelesaikan masalah. Dalam bidang teknik matematika digunakan seperti teknik informatika atau komputer menggunakan konsep bilangan basis, teknik industri atau mesin matematika digunakan untuk menentukan ketelitian suatu alat ukur atau perkakas yang digunakan.

Close
Close

SPONSOR