Hari ini : Selasa, 1 Desember 2020 18:19

Christina Endah Setyowati, S.Pd : Seni Budaya Dan Keterampilan Hadapi New Normal

Christina Endah Setyowati, S.Pd. NIP. 197209062007012016 Guru Seni Budaya Dan Keterampilan SMP N 8 Surakarta

Ibu Christina Endah Setyowati, S.Pd. tentunya sudah tidak asing lagi kita dengar namanya di kiprah pendidikan khususnya di lingkungan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Surakarta ini. Beliau ini sebagai seorang guru pengajar pendidikan disiplin ilmu Seni Budaya dan Keterampilan di SMP N 8 Surakarta yang berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto, Jebres, Surakarta.

Proses belajar mengajar di sekolah yang saat ini ditiadakan dengan tatap muka langsung di SMP N 8 Surakarta dikarenakan himbauan pemerintah melalui Dinas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini untuk memutuskan rantai penyebaran virus Covid-19, tetapi tidak menyurutkan semangat pembelajarannya terhadap seluruh siswa/siswi SMP N 8 Surakarta ini. Sebaliknya pun semua peserta didiknya tetap mengikuti pembelajarannya di rumah masing-masing. Proses pembelajaran dari jarak jauh atau secara online dengan memanfaatkan jaringan internet dan beragam aplikasi yang tersedia, memiliki tantangan tersendiri bagi guru. Selain waktu yang tidak mengenal batas, guru juga dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif untuk bagaimana mengemas aktivitas belajar dari rumah yang lebih efektif dan efisien, karena belajar di rumah juga banyak tantangan yang dihadapi. Diantaranya adalah tidak menutup kemungkinan peserta didiknya akan merasa lebih santai untuk mengikutinya atau bahkan tanpa sepengetahuan orangtua maupun guru mereka bias hanya menonton televisi, bermain game, atau memainkan aplikasi medsos, sehingga lupa akan tugasnya untuk belajar dari pembelajaran yang diberikan oleh gurunya.

Dalam kesempatan inilah sangat dibutuhkan sekali peran serta orang tua dalam mendukung pembelajaran peserta didik di rumah sangat besar pengaruhnya dalam keberhasilan peserta didik untuk tetap belajar menuntut ilmu pendidikan. Disinilah, harus ada kesadaran dari pihak orang tua dalam fungsinya tidak hanya sekedar menyerahkan pendidikan anak sepenuhnya kepada guru ataupun menyalahkan guru dengan alasan terbebani tugas yang diberikan terhadap anaknya selama pembelajaran di rumah masing-masing. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama sinergi yang harmonis antara pihak guru, siswa dan orangtua dalam mewujudkan keberhasilan pembelajaran peserta didik yang sementara pandemi ini diadakan di rumah.

Saya, Christina Endah Setyowati, S.Pd. sebagai seorang guru untuk saat ini mengarahkan kegiatan pembelajaran di rumah dengan dibantu orang tua setidaknya memberikan pendampingan saat ada waktunya atau pun memberikan dorongan kepada anaknya untuk siap belajar dirumah dengan waktu yang telah saya tentukan, sehingga tujuan pembelajaran secara online akan tercapai, dan potensi yang dimiliki peserta didik pun akan menuai arah yang tepat. Tanpa mengurangi hak nya dalam belajar, peserta didik tetap menjalani rutinitas belajarnya di rumah sehingga tetap mampu berproduktifitas dengan kreatifitasnya. Berbagai cara telah saya lakukan agar siswa/siswi SMP N 8 Surakarta tetap semangat dalam proses kegiatan belajar mengajar secara online dengan tetap memberikan materi belajar melalui fasilitas jaringan internet, kemudian mereka peserta didik diminta agar dapat memberikan tugas-tugasnya secara langsung dikirimkan melalui internet.

Materi pembelajaran seni budaya dengan musik populer sengaja dikembangkan, tidak hanya untuk mengenal atau menyanyikan karya seni yang sudah berkembang dan populer, melainkan peserta didik diajak untuk mampu mencipta sebuah karya seni yang bersifat massal, artinya peserta didik diarahkan guru agar mampu mencipta karya yang tanggap dalam situasi seperti pandemi virus corona (Covid-19) ini sehingga mudah diterima atau dicerna dan memiliki daya tarik audiens nantinya. Hasil karya peserta didik dinilai dengan lebih menekankan pada pengembangan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab dengan harapan peserta didik setelah pembelajaran seni budaya secara online ini mampu menjadikan anak bangsa dengan memiliki sikap percaya diri, kreatif, disiplin dan tanggung jawab.

Berdasarkan pengamatan saya sebagai seorang guru dalam penyampaian materi pembelajaran saat ini, mereka peserta didik masih tetap antusias dalam pembelajaran yang saya berikan secara online (daring) ini, yaitu dengan melihat hasil tugas yang mereka kumpulkan melalui internet kepada saya. Dari hasil pengamatan tugas yang terkumpul, nampak kreatifitas peserta didik yang variatif dikarenakan tanpa tatap muka langsung. Pembelajaran jarak jauh secara online melalui sebuah aplikasi, masih tetap dapat dilakukan secara efektif dan efisien, bukan penghalang siswa dan guru untuk melaksanakan proses pembelajaran, bahkan saat pandemi ini memberi dampak baik kepada guru, siswa dan orang tua sehingga mengupgrade diri untuk menerima teknologi dalam dunia pendidikan.

Sedikit demi sedikit waktu untuk pembatasan dalam pembelajaran secara online atau daring ini seakan membuat guru dan peserta didik semakin rindu akan pertemuannya langsung saat berlangsungnya proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Hal ini akan terealisasi kembali pembelajaran tatap muka langsung jika pandemi Covid-19 ini dinyatakan pemerintah sudah dalam kategori aman dari coronavirus, tentunya melalui Kemendikbud nantinya yang akan memberitahukan untuk diperbolehkan kembali pembelajaran secara tatap muka langsung tersebut. Meskipun demikian nanti akan tetap harus mematuhi rambu-rambu kesehatan dengan tetap memakai masker, jaga jarak, dan selalu kebersihan dengan mencuci tangan. Kapan hal ini akan terwujud? Mari kita sama-sama berusaha dan berdoa agar pandemi ini segera berakhir dan aktifitas khususnya dunia pendidikan akan kembali normal lagi.

Memahami konsep pembelajaran seni budaya adalah mutlak bagi guru seni budaya agar tujuan pembelajaran seni budaya sesuai standar isi kurikulum yang berlaku yaitu kurikulum 2013 ini. . Pemahaman mata pelajaran seni budaya dalam pendidikan formal tentunya didasarkan pemenuhan kebutuhan bagi peserta didik dalam mempelajari seni budaya di sekolah. Jika dikaitkan konteks perkembangan pandangan hidup masyarakat, bagaimana pun peserta didik pada akhirnya akan kembali hidup dan berperan dalam lingkungan bermasyarakat. Perubahan atau perkembangan pandangan hidup masyarakat sejalan dengan lahirnya konsep baru dibidang psikologi dan filsafat.  Mencermati perkembangan pembelajaran seni bertumpu pada imajinasi dan kreatifitas yang diikuti capaian pendidikan lainnya. Pembaharuan konsep pendidikan seni dapat sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. untuk menunjang perkembangan anak sebagai dampak pengalaman seni (kepribadian atau sikap).

Pembelajaran seni budaya memiliki aspek ekspresi artistik (keterampilan seni) menghasilkan peserta didik yang terampil (seni dalam pendidikan) dan untuk mencapai tujuan pendidikan (seni sebagai media pendidikan perspektif nilai bagian menjadi manusia seutuhnya). Selain itu pembelajaran seni budaya dibangun berlandaskan teori belajar, bagaimana mengajar dan bagaimana merancang tujuan pembelajaran.
Untuk penerapan pembelajaran seni di sekolah dalam pelaksanaannya lebih ditekankan sebagai media untuk sarana ekspresi, imajinasi, kreativitas dan apresiasi karya musik. Mata pelajaran Seni Budaya dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni.

Pendidikan Seni Budaya yang saya berikan di sekolah diharapkan menjadikan suatu keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatan terhadap kebutuhan peserta didik yang memberikan pengalaman dalam kegiatan berekspresi, berkreasi dan berapresiasi. Dan akan lebih bermakna pada masa mendatang bagi para peserta didik SMP N 8 Surakarta ini.

Close
Close

SPONSOR