Hari ini : Selasa, 1 Desember 2020 18:23

Murni, S.Pd : Menuju Pembelajaran IPS Terpadu

Murni, S.Pd. NIP.197604022008012008 Guru IPS SMP N 8 Surakarta

Pembelajaran yang diajarkan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ada beberapa mata pelajaran yang diberikan kepada siswa/siswi sebagai peserta didik, salah satunya adalah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu.  Mengapa dikatakan terpadu, karena dalam satu mata pelajaran IPS tersebut ada beberapa cabang ilmu pengetahuan yang dibahas, dikaji dan dipraktikkan. Akan tetapi semua itu dipadukan dalam satu mata pelajaran. Perkembangan dunia pendidikan yang semakin komplek, membuat pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan pengembangan kurikulum nasional untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik dan maju dengan seiringnya perkembangan tehnologi.

Saya, Murni, S.Pd. selaku pembelajar mata pelajaran IPS di SMPN 8 Surakarta harus menjalankan kurikulum yang ada dalam proses kegiatan belajar mengajar sekolah dengan mengikuti kurikulum 2013 yang saat ini diterapkan dari Kemendikbud. Ada penambahan pola pembelajaran dalam hal ini yang ditetapkan dalam kurikulum 2013 ini, yaitu seorang guru pada umumnya dan saya sebagai seorang guru mata pelajaran IPS terpadu pada khususnya harus dapat menguasai minimal empat cabang pelajaran IPS (geografi, sejarah, ekonomi, sosiologi). Idealnya sebagai seorang guru IPS Terpadu saat ini harus sudah siap menguasai materi dan memiliki strategi pembelajaran yang tepat untuk disampaikan ke seluruh siswa/siswinya sebagai peserta didik. Namun, di lapangan banyak masalah yang dihadapi guru IPS dalam proses belajar mengajar, apalagi waktu ini masih diberlakukan protocol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 sehingga proses dan hasil belajar mengajar terkadang kurang maksimal. Beberapa di antaranya sarjana lulusan jurusan pendidikan selain IPS terpadu ada yang mengajar pelajaran IPS Terpadu, kadang hal ini dikarenakan tenaga pengajar dengan spesifikasi IPS terpadu masih kekurangan orang sehingga bisa dilakukan keharusan mengajar mata pelajaran IPS terpadu tersebut.

Untuk menghadapi kesulitan maupun tantangan di dunia pendidikan yang ada, maka diharapkan bagi masing-masing guru secara khusus mengajar mata pelajaran yang sesuai dengan bidang kelulusan pendidikan kesarjanaannya yang telah diselesaikan dari pendidikannya tersebut. Akan tetapi meskipun sudah sesuai dengan kelulusannya, seorang guru harus tetap mempelajari bidang mata pelajaran yang diembannya, agar secara tidak langsung dalam proses pembelajaran kepada para peserta didik dapat berjalan dengan baik sesuai prosedur kurikulum 2013 yang ada sekarang ini. Semakin berkembangnya tehnologi saat ini, maka dunia pendidikan juga harus semakin berkembang pesat agar selaras dengan kemajuan jaman saat ini.

Untuk saya sendiri selalu mengedepankan dan mengikuti perkembangan pendidikan dalam kurikulum 2013 ini agar lebih menguasai materi IPS terpadu ini secara keseluruhan. Dengan minat, motivasi dan prestasi yang telah saya miliki sebagai bekal dalam menjalankan proses kegiatan belajar mengajar, maka saya merasa dalam melaksanakan tugas sebagai seorang guru IPS terpadu tidak ada suatu penghalang. Dalam mencermati perubahan-perubahan yang ada di lapangan, maka kurikulum IPS harus memiliki landasan filosofis humanistik. Dalam prinsip tersebut, saya harus menjunjung tinggi sifat-sifat dasar kemanusiaan. Prinsip-prinsip dasar kemanusian tersebut yang meliputi keadilan, kesetaraan, kearifan, dan keragaman. Kurikulum IPS saat ini harus mampu membangun jati diri bangsa yang berbasis pada kearifan lokal untuk menuju masa depan. Globalisasi yang terjadi baik pada masa sekarang maupun di mendatang nanti harus disikapi baik secara lokal maupun mondial.

Terkadang ada asumsi dalam benak masyarakat dan peserta didik khususnya, bahwa pelajaran yang tidak di ujian nasionalkan termasuk dalam pelajaran level kedua, dan bukan pelajaraan yang harus diutamakan untuk dipelajari. Terkadang hal ini yang tampak dari antusias peserta didik kurang maksimal. Inilah yang menjadikan saya untuk selalu berusaha bangkit menepis hal tersebut, karena mata pelajaran IPS juga banyak mengandung arti yang sangat penting dalam kehidupan ini, apalagi dengan kemajuan jaman yang begitu cepat dibutuhkan seorang ahli disiplin ilmu pengetahuan khususnya IPS.

Dengan belajar  mata pelajaran IPS, diharapkan peserta didik dapat diarahkan untuk menjadi warga negara Indonesia yang demokratis dan bertanggung jawab, serta menjadi warga dunia yang cinta akan perdamaian. Karena ini merupakan suatu pembelajaran dalam kehidupan bermasyarakat yang ada dan suatu hasil dari belajar IPS juga. Dengan suatu tujuan itulah yang dapat membuat tantangan cukup berat bagi seorang guru IPS Terpadu. Untuk dapat memandu peserta didik berhasil meraih tujuannya, tentu idealnya saya sebagai seorang guru IPS Terpadu harus memastikan diri terlebih dahulu dengan telah memiliki kemampuan sosial yang ada dengan baik. Bagi saya, sebagai salah satu tujuan belajar IPS terpadu itu dapat dipahami, diimplementasikan dalam kehidupan oleh para peserta didiknya. Hasil akhirnya bisa sangat berbeda dari tujuan yang ingin di capai.

Pendidikan mata pelajaran IPS sendiri adalah seleksi dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan humaniora, serta sebagai kegiatan dasar manusia yang secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan. Ilmu Pengetahuan Sosial sendiri bersumber dari kehidupan social masyarakat yang diseleksi dengan menggunakan konsep-konsep ilmu sosial yang digunakan untuk pembelajaran. Kehidupan social masyarakat senantiasa mengikuti alur perkembangan jaman dari generasi ke generasi, Maka saya berharap kepada seluruh para peserta didik khususnya siswa/siswi di SMP N 8 Surakarta ini agar dapat memahami dan mengikuti apa yang telah saya berikan dalam pembelajaran IPS terpadu ini sebagai bekal kelak dalam kehidupan bermasyarakat dengan mengikuti aturan norma yang ada.

Dalam mencermati dan menyikapi kurikulum 2013 khususnya IPS terpadu ini, memiliki landasan filosofis humanistik yang harus menjunjung tinggi sifat-sifat dasar kemanusiaan. Di antaranya meliputi keadilan, kesetaraan, kearifan, dan keragaman. Kurikulum IPS terpadu harus mampu membangun jati diri bangsa yang berbasis pada kearifan lokal untuk menuju pada masa depan. Maka dengan ini saya melalui pembelajaran IPS terpadu mengutamakan untuk terciptanya siswa/siswi terutama SMP N 8 Surakarta ini menjadi individu yang siap terjun dalam kehidupan di masyarakat kelak dengan tetap memperhatikan garis-garis hidup di tengah masyarakat yang ada tanpa mengurangi fungsi social sebagai anggota masyarakat juga sesuai dengan hakikat IPS yaitu bidang studi tentang tingkah laku kelompok umat manusia yang sumber-sumbernya digali dari kehidupan nyata di tengah masyarakat.

Tanpa kita sadari, dengan sendirinya pembelajaran IPS yang diramu dalam kurikulum memiliki peran penting dalam menyiapkan peserta didik mengembangkan nilai-nilai kerja keras, hemat, jujur, disiplin, kecintaan pada diri dan lingkungannya serta memiliki semangat kewirausahaan. Selain itu, untuk mengembangkan potensi peserta didik agar lebih peka lagi terhadap masalah sosial yang ada dan terjadi di kehidupan bermasyarakat, sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan dapat mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang dihadapi dirinya sendiri maupun yang ada dalam kehidupan masyarakat . Dengan demikian belajar pembelajaran IPS di SMP dilaksanakan dengan pembelajaran Terpadu adalah implementasi kurikulum yang dianjurkan untuk diaplikasikan pada semua jenjang pendidikan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD/MI) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA/MA).

Close
Close

SPONSOR