Visitasi Team Kemenparekraf ke Desa Wisata Lembah Dongde Desa Dampingan Perguruan Tinggi AMBS

Karanganyar, Kabarjoglo.com – Kunjungan Team Kemenparekraf dalam visitasi Perguruan Tinggi sebagai Pendamping Desa Wisata Perguruan Tinggi Akademi Pariwisata di tahun 2020 masuk finalis 20 besar Perguruan Tinggi Pendamping Desa Wisata Tingkat Nasional bersaing dengan seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia. Diawali dengan adanya 120 perguruan tinggi yang mendaftarkan diri menjadi Pendamping Desa Wisata di tahun 2020 dan di tahap pertama menjadi 108 Perguruan Tinggi yang bertahan dan  setelah dilakukan penilaian administrasi akhirnya Akademi Pariwisata Mandala Bhakti masuk nominasi 20 besar masuk di peringkat ke 7 dalam penilaian Pendampingan Desa Wisata.

Tahun 2019 AMBS telah meraih juara pertama dengan Desa Dampingan Desa Wisata Sumberbulu Mojogedang Karanganyar. Tahun 2020 ini PT Akademi Pariwisata Mandala Bhakti Surakarta menggandeng Desa Wisata Lembah Dongde dengan beda konsep Pendampingan.

Hari sabtu tanggal 20 November telah dilakukan visitasi oleh team juri dari KEMENPAREKRAF yaitu Dr. Santi Palupi Arianto S., MM  dan Dr. Vitria Ariani, A.Par., PGDp., M.Sc di dampingi  Teguh Tri Widodo serta  Amir Hasan. Kegiatan dimulai dari pukul 08.00 WIB sampai di desa lembah dongde Mojogedang Karanganyar. Kedatangan rombongan disambut oleh ketua pelaksana pendampingan Tri wahyuningsih, SE.,MM beserta team yang di iringi tarian selamat datang khas Lembah Dongde yang dilanjutkan menikmati pemandangan di Tolsa (tol sawah).

Rombongan team juri, kemenaprekraf, dosen AMBS dan Pokdarwis turut menyaksikan wisata tubbing di Kali Kayen, yang biasanya dipakai outbond karena aman bagi pengunjung. Selanjutnya Tim Juri menyaksikan upacara adat tanam padi “Wiwit”. Upacara adat Wiwit merupakan tradisi turun temurun ketika petani akan memulai masa tanam, upacara mengunakan seperangkat ubarampe jajanan dan makanan khas pedesaan, seperti: nasi ingkung, palawija dan buah pisang.

Dewan Juri tampak sangat terkesan dengan kearifan lokal ini, karena sudah jarang ditemukan di tempat lain. Rombongan team juri dan Perguruan Tinggi didampingi warga sebagai tourguide langsung menuju pasar Ciplukan menaiki bendi dan sepeda ontel. Di pasar Ciplukan rombongan disambut dengan tarian jatilan yang sangat atraktif. Tim juri terkesima dengan kondisi pasar yang sangat adem, tenang dan indah. Di dalam pasar tersebut ada atraksi yang sudah diperbaiki dari awalnya biasa saja dengan dampingan AMBS menjadi Sendang yang asri dan memiliki makna tersendiri dan diberikan nama Sendang Ijo.

Beberapa jajanan jadoel yang menjadi konsep pasar ciplukan menjadi daya tarik Tim Juri untuk mencicipi, antara lain jadah, thiwul, sega jagung, klepon, es degan dan beberapa makanan tradisional lainnya. Setelah keliling pasar team juari menuju dhalem rangga yang disambut dengan musik angklung yang dimainkan oleh warga desa lembah dongde.

Tak di duga pada akhir kegiatan sebelum penutupan hadir Direktur Deputi Pengembangan SDM Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif/ badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr. Wisnu Bawa Tarunajaya, SE.,MM bersama istri yang ternyata diundang untuk bisa berkunjung ke Desa Wisata Lembah Dongde dan Desa Wisata Sumberbulu oleh Direktur AMBS, Erna Wigati,S,Pd,M.Pd. untuk bisa melijhat langsung hasil dampingan PT AMBS yang tahun dulu pernah jadi juara dan saat ini bisa masuk nominasi lagi.

Harapan dari Perguruan Tinggi bahwa tahun ini Desa Wisata Lembah Dongde bisa juga menjadi juara. Dalam penyambutan kedatangan direktur Deputi SDM kemenparekraf disambut pula oleh kepala dinas pariwisata dan olahraga Drs. Titis Sri Jawoto, Mulyono selaku Ketua Pokdarwis serta Team dari AMBS. (R-N)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Terkini

Sponsor

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.