BRM Kusumo Putro : Sebaiknya Batalkan PPKM Jilid II

SOLO – Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Syafrizal, mengatakan, bahwa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di sebagian Jawa-Bali akan diperpanjang. Kebijakan itu diambil lantaran kasus Covid-19 dianggap belum juga mereda.

“Saat ini memang kita mengambil beberapa Provinsi prioritas untuk monitoring. Terutama provinsi yang berwarna merah atau kategori tinggi. Dan Jawa-Bali sudah ditetapkan untuk PPKM, serta angka terakhir belum menunjukkan penurunan angka positivity rate yang signifikan,”  ujar Safrizal dalam acara Sosialisasi Surat Edaran Nomor 903/145/SJ yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube, pada Rabu (20/1/2021).

Penerapan PPKM  justru membuat rakyat semakin tersungkur. Di satu sisi, ketahanan sektor ekonomi dengan segala aspeknya semakin merosot. Sementara perkembangan penyebaran Covid-19 juga tidak semakin menurun. Bahkan data menunjukkan, malah semakin terjadi peningkatan di banyak wilayah.

Rencana PPKM Jilid II ini ditanggapi langsung Ketua  LAPAAN RI Jawa Tengah BRM. Kusumo Putro, S.H, M.H ” Yang membuat Aneh, Geram dan membingungkan banyak pihak atas rencana perpanjangan PPKM jilid DUA adalah tidak adanya SOLUSI yang diberikan Pemerintah yang disampaikan Kepada Rakyat secara Nasional dan Terbuka yang Bisa Disaksikan oleh seluruh Rakyat indonesia sebagai bentuk pertanggung jawaban Pemerintah kepada rakyatnya atas sebuah Kebijakan yang dibuat, setidaknya menjadi pilihan masyarakat ” Tegasnya

Setiap Kebijakan publik yang ditempuh Pemerintah seharusnya Rakyat diberi SOLUSI yang baik agar Masyarakat tidak menganggap sebagai Korban Kebijakan yang Tidak Pro Rakyat Pemerintah harus Bijak, tidak grusa – grusu dalam Mengambil Kebijakan untuk Menetapkan sebuah Peraturan apalagi Peraturan yang Dibuat berhubungan dengan Masalah Perut serta Sumber Pendapatan Ekonomi Masyarakat .

“Bila PPKM diperpanjang Dua Minggu tanpa Solusi maka Genap Satu Bulan Rakyat Jawa – Bali dibiarkan Kebingungan dalam Himpitan dan Tekanan Kebutuhan Ekonomi untuk Mencukupi Kebutuhan walau sekedar untuk Bertahan hidup dan Bisa Dipastikan akan Banyak Masyarakat yang Kehilangan Pekerjaan.” terang Kusumo yang juga seorang anggota Advocad di DPC PERADI kota Surakarta, dan sekarang masih menyelesaikan studi program S3 ilmu hukum di Universitas ternama di kota Semarang ini

Dimasa Pandemi seperti ini Pemerintah harus hati-hati dalam Membuat Kebijakan kalau tidak mau dianggap Arogan dan Sewenang – wenang kepada Rakyat dan Perpanjangan PPKM , tahap Ke DUA di Jawa dan Bali menurut saya bukan Merupakan Kebijakan Terbaik karna belum Tentu bisa Diterima oleh semua Pihak, untuk itu sebaiknya Pemerintah ” MEMBATALKAN ” Kebijakan PPKM tahap ke DUA yang akan Ditetapkan.

Perlu Diketahui bahwa di Wilayah Jawa dan Bali merupakan Wilayah yang sangat Besar dengan Jumlah Penduduk Terbesar di Indonesia dimana Didalamnya terdapat Aktifitas Bisnis serta Usaha Terlengkap dan Terbanyak dari segala sektor mulai dari Kecil, Menengah sampai yang Besar di Republik ini Apabila PPKM nekad Ditetapkan oleh Pemerintah maka tidak ada yang bisa Menjamin mereka bisa Bertahan untuk Melanjutkan Aktifitas Bisnis dan Usahanya.

Lebih lanjut menanggapi program vaksinasi Covid 19, Pemerintah memang memprioritaskan masyarakat yang divaksin berdasarkan kriteria. Ada sekitar 180 juta penduduk yang mendapat program vaksinasi tersebut. Pertama dari pejabat negara, nakes, PNS, TNI, POLRI, serta terakhir masyarakat umum. Untuk masyarakat umum juga diprioritaskan hanya untuk umur 18 ke atas hingga 59 tahun. Lalu bagaimana dengan masyarakat di luar kriteria itu? Entahlah…masih menunggu kebijakan pemangku kesehatan.

Yang jelas solusi paling tepat saat ini adalah mempercepat program vaksinasi Covid-19 yang kini sudah mulai dilaksanakan. Daripada harus memperpanjang PPKM, yang terbukti tidak menjadikan penurunan penyebaran Covid-19.

“Kami sangat mendukung sekali program vaksinasi oleh negara ini. Dan fokus percepatan ke vaksinasi tersebut, saya kira lebih tepat, dibandingkan membatasi operasional sejumlah usaha yang merupakan mata pencaharian sehari-hari masyarakat Indonesia,” pungkas Kusumo mengakhiri bincang-bincang santai dengan beberapa awak media pada hari Jumat (22/01/2021)

Salam Sehat untuk Kita semua, Semoga Negeri Indonesia Tercinta ini segera Bebas Cofid 19 dan Masyarakat kembali Hidup Normal seperti sediakala dan Mari kita selalu Mematuhi Protokol Kesehatan yang Ditetapkan oleh Pemerintah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Terkini

Sponsor

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.