Manunggaling Kawulo Gusti Dalam Tradisi Jumenengan Raja Keraton Solo

Solo – Tradisi hajad dalem jumenengan Sahandap Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakoe Boewono ka XIII di Sasana Sewaka menjadi puncak budaya adiluhung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Selasa (9/3/21)

” Jumenengan tidak hanya menjadi simbol kewibawaan keraton sebagai pemangku budaya, namun nilai keluhuran tradisi tingalan jumenengan ndalem secara tidak langsung akan menjadi sinar bagi bangsa dan negara Indonesia”  demikian di sampaikan oleh Dr. KPP. Dato Sri. KRA. H. Andi Budi Sulistijanto Sosrohamijoyo, S.H, M.Ikom yang juga Ketua Yayasan Forum Indonesia Maju dan Berbudaya

Sentana riya inggil sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Peradaban Bumi Mataram ini menambahkan, jumenengan merupakan tradisi adat yang sudah ada sejak ribuan tahun yang silam, bahkan sebelum berdirinya kerajaan Mataram Islam di tanah jawa tradisi tersebut sudah ada dan di lakukan oleh raja raja di Nusantara.

Oleh karena itu pentingnya tradisi jumenengan terus di lestarikan.

Sebab selain pelestarian budaya, di dalam jumenengan terdapat makna manunggaling kawula gusti. Kebersamaan antara pemimpin dengan rakyatnya. Sebagai wujud nyata memayu hayuning bawana.

Di dalam tradisi jumenengan raja duduk sebagai seorang tokoh penting di dalam menjaga keselarasan alam semesta. Tak sembarang orang mampu menjadi raja, apalagi raja di keraton Mataram Islam yang memiliki ikatan erat dengan berbagai unsur kekuatan astral di tanah jawa.

Penampilan tari sakral bedaya ketawang oleh sembilan orang penari melalui upacara ritual adat sebelum di pentaskan pada acara jumenengan menjadi bukti nyata adanya kaitan erat antara keraton Kasunanan Surakarta dengan penguasa laut selatan.

Ikatan teraebut di bangun sebagai cara didalam menjaga keselarasan dan keberlangsungan hidup umat manusia di alam semesta.‌Pelestarian tradisi adat jumenengan tidak hanya di lakukan oleh keraton kasunanan saja, tetapi juga harus di dukung oleh pemerintah selaku penentu kebijakan.

‌Harapanya agar adi luhung budaya bangsa lestari sepanjang masa, terang Dr. Andi Budi

 

sumber : Majalahmisteri.com

Related Posts

Terkini

Sponsor

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.