Henry Indraguna Mendapat Marga Purba dan Istri Marga Tarigan

JAKARTA – Henry Indraguna dan istri menjalani proses secara tradisi pemberian marga kepada seseorang yang bukan keturunan suku Batak Karo, di Balai Zeqita Berastagi, Sumatera Utara, pada Kamis 8 April 2021.

Proses pemberian marga dilakukan dengan cara mengangkat seseorang yang bukan keturunan Batak dari keluarga keturunan Batak yang telah ditunjuk.

Henry secara pribadi terkesan dengan marga Purba, karena perjalanan hidup dan pertemanan dengan seseorang teman bermarga Purba semasa mudanya.

“Setelah diangkat dan diberi marga Purba, saya dianggap sebagai bagian dari keturunan sah dan berhak menyandang salah satu marga Purba di Batak Karo. Saya sangat bangga sekali,” ujar Henry dalam keterangan tertulis, Jumat (9/4/2021).

Tokoh adat telah memutuskan pemberian marga kepada Henry. Melalui Jenda Muli Purba memberikan kepada Henry Indraguna bermarga Purba, menjadi Henry Indraguna Purba.

“Sejak saat ini Henry Indraguna¬† telah menjadi warga Karo yang bermarga Purba, bere-bere Tarigan. Setelah menjadi warga Karo, Henry Indraguna dapat menjaga nilai-nilai budaya Karo dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Pemberi Marga: Jenda Muli Purba didampingi Kalimbubu: Indra Sakti Tarigan Sibero dan Anak Beru: Wimpi Sembiring.

Begitu juga pemberian marga untuk istri Henry Indraguna diberi marga di Batak Karo menjadi tambahan dibelakang namanya Tarigan. Karena Henry sudah berkeluarga maka prosesnya berbeda dengan yang masih sendirian.

“Bukan hal yang mudah bagi seseorang untuk mendapatkan gelar, sebelum pemberian gelar seharusnya diberi marga terlebih dahulu,” ujar pemandu acara saat pemberian marga di lokasi, Kamis (8/4/2021).

Pemandu menjelaskan, pemberian marga adat batak merupakan sesuatu yang besar, sakral, dan biasanya bakal diadakan pesta. “Ada pesta yang besar dan ada yang kecil, tergantung orangnya,” lanjut Pemandu.

Setelah mendapat marga, orang tersebut baru bisa mendapat gelar atau penghargaan. Setelah mendapat gelar, ada konsekuensi yang harus dilakukan. Jika ada pesta, orang ini harus menghadirinya. Dia harus siap menghadirinya, mewakili marga yang sudah didapat.

“Dan proses ini adalah sesuatu yang sangat terhormat di adat batak,” tuturnya.

Atas semua proses pemberian marga tersebut, Henry sangat bangga dan terharu.

“Saya mengucapkan terimakasih atas semua proses ini, dan Sumut telah menjadi rumah kedua bagi saya,” ucap Henry dengan penuh suka cita.

Related Posts

Terkini

Sponsor

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.