SMK Veteran 1 Sukoharjo gelar Pameran dan Launcing Teknologi Tepat Guna

Sukoharjo – Pernikahan massal (link dan match) serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara SMK Veteran 1 Sukoharjo dengan dunia kerja dunia industri (dudi) dan perguruan tinggi digelar SMK Veteran 1 Sukoharjo di aula setempat di Jalan Calen 1, Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (10/4) pagi.

Hadir dalam acara tersebut Suyanta, Kepala Dinas Cabang 7 Jawa Tengah, Pengawas dan Pembina Cab Dinas 7 suliyah , Pembina Yayasan Veteran Sukoharjo Bambang Margono, Ketua Komite Sekolah Lasiman, Rektor Univet Bantara Sukoharjo Dr Farida Nugrahaeni yang diwakili Wakil Rektor II Dewi Susilowati, M.Pd, perwakilan dudi, Kepala SMK Veteran 1 Sukoharjo Malkan Maliya, S. Pd dan tamu undangan lainnya.

Kepala SMK Veteran 1 Sukoharjo Malkan Maliya, S. Pd mengatakan ada sejumlah agenda yang dilakukan yakni pernikahan massal (link and match), pameran teknologi tepat guna dan peletakan batu pertama jurusan Teknik Sepeda Motor.

“SMK Veteran 1 Sukoharjo mempunyai siswa sejumlah 1193 dengan 5 kompetensi keahlian, berdiri di atas lahan seluas 2,1 hektar, ” jelasnya.

Pada tahun ini, SMK Veteran 1 Sukoharjo mengajukan menjadi sekolah kompetesi keunggulan yakni teknik permesinan guna menghasilkan lulusan yang bermutu dan berdaya saing.

“Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan 5 tahun kedepan lulusan SMK akan menjadi lulusan favorit,” terangnya.

Pihaknya meningkatkan pernikahan dudi dan perguruan tinggi dalam hal ini Univet Bantara Sukoharjo

“SMK Veteran 1 Sukoharjo sebagai pusat keunggulan, sinkorinisasi kurikulum dengan dudi,pembelajaran berbasis project real, guru tamu dari dudi, dosen tamu dari perguruan tinggi, praktek kerja industri siswa selama 6 bulan, diklat asessor dan upskilling oleh dudi,” bebernya.

Pelaksanaan pembuatan teknologi tepat guna, karena di Sukoharjo banyak adanya UMKM yang membutuhkan rekayasa teknologi untuk membantu produk mereka.

“Sementara peningkatan keterserapan lulusan SMK Veteran 1 Sukoharjo ke dunia industri sebanyak 60 persen, yang melanjutkan kuliah sebanyak 20 persen dan 20 persen membuka usaha alias berwirausaha,” ulasnya.

Suyanta, Kepala Dinas Cabang 7 Jawa Tengah menjelaskan sudah menjadi pemahaman bersama jika pendidikan yang dikuatkan adalah pendidikan vokasi atau kejuruan.

“Pendidikan yang sangat dibutuhkan adalah vokasi dan mau ‘ditenanani’, kedepan lulusan SMK punya karakter, skill dan literasi,” ujarnya.

Dengan mempunyai kemampuan literasi, maka lulusan SMK akan menyelesaikan masalah.

“Maka perlu dukungan, kepala sekolah SMK Veteran 1 Sukoharjo sudah seperti seorang Chief Executive Officer, guru dan lingkungan harus mendukung,” ungkapnya.

Ditambahkannya, kedua pihak yakni pihak sekolah dan dudi saling membutuhkan.

“SMK butuh dudi, dudi butuh SMK, makanya ada perkawinan antara keduanya,” jelasnya.

Mengelola SMK berbeda dengan mengelola SMA, kerena harus mengatur seperti perusahaan.

“SMK swasta kalau mau maju, bisa lebih cepat dari SMK Negeri, namun semua harus sinergi ,” tegasnya.

Virtual meeting Direktur SMK Dr Ir M. Bakrum, MM , dalam arahannya dia mengatakan meski dalam suasana daring tidak mengurangi makna.

“Pengembangan SMK pasti bicara link dan match, kerjasama dengam dudi, akan menjadi sebuah kewajiban, akan dipertanyakan jika sebuah SMK tidak punya kerjasama karena SMK menyediakan SDM bagi dunia industri,” katanya.

Dia mengapresiasi kerjasama SMK Veteran 1 Sukoharjo adalah hal yang luar biasa dan positif.

“Sejak awal bicara kurukulum yang digunakan, memberikan keleluasaan dengan diseleraskan oleh dudi sesuai kondisi sekolah,” terangnya.

“Dua tahun yang lalu ada kelas industri, hati-hati terlalu spesifik, karena diperhitungkan dengan jumlah serapan dunia industri,” lanjutnya.

Kerjasama pengajar dari industri menjadi kewajiban sekolah dengan industri, dengan demikian nilai-nilai industri bisa masuk ke sekolah

“Adanya Praktek Kerja Lapangan yang disusun bersama antara sekolah dan industri, guru magang di industri, jangan sampai anak lebih banyak pengalanan di industri, sinergi harus dikembangkan demi keterserapan lulusan, meski pandemi tetap semangat,” jelasnya.

“Kami menyambut baik link and match ini semoga bermanfaat bagi kita semua, demi lulusan baik yang bekerja maupun wirausaha, minat wirausaha sudah dikenalkan sejak kelas 10, didengungkan terus maka akan timbul minat wirausaha dan SM mendorong sekolah pencetak wirausaha, tahun ini kita target 100 ribu siswa menjadi wirausaha se Indonesia,” tegasnya.

Sementara, Ketua Yayasan PPP Veteran Sukoharjo Drs. Bambang Margono, MM menuturkan Ratu adalah singkatan dari Veteran Satu, bagi lulusan SMK tersebut yang akan melanjutkan kuliah di Univet Bantara Sukoharjo maka akan tidak perlu membayar uang gedung.

Ditambahkannya, target setelah Hari Raya Idul Fitri tahun ini adalah meresmikan teaching factory .

Dalam acara tersebut dilakukan peletakan batu pertama teaching factory di lahan seluas 1000 meter.

Related Posts

Terkini

Sponsor

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.