SURAKARTA – Komunitas Himpunan Purnakarya (HIMPURA) wilayah Joglosemar-Surabaya (Joglosumar) menggelar kegiatan silaturahmi bertajuk gowes dan wisata kota di Surakarta, Sabtu (18/4/2026). Tak sekadar olahraga, kegiatan ini menjadi ruang temu lintas generasi sekaligus refleksi kondisi sektor penerbangan, khususnya pemulihan operasional Bandara Adi Soemarmo pascapandemi.
Sejak pagi buta, sekitar 180 peserta dari berbagai daerah seperti Semarang, Yogyakarta, Boyolali hingga Surabaya telah memadati kawasan Gedung Juang 45 Surakarta. Agenda dimulai dengan sarapan bersama, dilanjutkan pembukaan, hingga pelepasan peserta gowes dan sightseeing wisata kota.
Rute gowes yang ditempuh sejauh kurang lebih 15 kilometer membawa peserta menyusuri titik-titik ikonik Kota Solo, mulai dari Keraton Kasunanan, Alun-Alun Kidul, Pasar Klewer, Loji Gandrung, Keraton Mangkunegaran, Balai Kota, hingga Pasar Gede sebelum kembali ke titik awal. Dalam waktu sekitar dua jam, peserta tak hanya berolahraga, tetapi juga menikmati lanskap sejarah kota budaya tersebut.
Ketua HIMPURA Solo, Joko, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan inovasi baru dalam memperluas makna silaturahmi yang selama ini identik dengan gowes semata.
“Selama ini kita hanya fokus pada gowes. Sekarang kita buka ruang bagi yang tidak bersepeda, tetap bisa menikmati kegiatan lewat wisata kota. Ini langkah awal agar ke depan kegiatan semakin berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan ini juga menjadi strategi untuk melibatkan keluarga, khususnya para istri peserta yang selama ini hanya menunggu saat kegiatan berlangsung.
“Kota Solo punya kekuatan sejarah dan budaya. Kami berharap peserta bisa kembali lagi, bahkan mengajak keluarga untuk berwisata,” tambahnya.
Tak hanya itu, gagasan pengembangan kegiatan ke depan juga mulai mencuat. Salah satunya adalah kemungkinan menambah agenda malam hari hingga kegiatan olahraga lain seperti tenis, guna memperpanjang durasi interaksi antaranggota.

Dalam kesempatan yang sama, General Manager Bandara Adi Soemarmo dari InJourney Airports, Hery Purwanto, mengungkapkan bahwa sektor penerbangan di Solo masih dalam tahap pemulihan sejak pandemi COVID-19.
“Jika sebelum 2019 pergerakan penerbangan bisa mencapai 34 hingga 40 flight per hari, saat ini baru di kisaran 14 sampai 16 penerbangan. Artinya baru sekitar 50 persen dari kondisi normal,” jelasnya.
Penurunan tersebut menjadi tantangan besar, meski berbagai upaya terus dilakukan untuk mengembalikan trafik penumpang dan penerbangan.
Saat ini, pihak bandara tengah bersiap menghadapi momentum penting, yakni penyelenggaraan penerbangan haji yang dijadwalkan mulai 22 April 2026.
“Kami berharap dukungan dari semua pihak, termasuk para senior di HIMPURA, agar sektor ini bisa bangkit kembali,” tambahnya.
Ia juga menegaskan keterbukaan pihak bandara dalam mendukung berbagai kegiatan di Solo sebagai bagian dari upaya meningkatkan pergerakan ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Nuansa Kebersamaan dan Halalbihalal
Kegiatan yang masih berada dalam suasana bulan Syawal ini juga dimanfaatkan sebagai ajang halalbihalal. Suasana akrab terlihat saat sesi ramah tamah dan brunch, di mana peserta saling bertukar cerita lintas generasi dan daerah.
Kehadiran peserta dari berbagai kota menjadi simbol kuatnya jejaring HIMPURA yang tetap solid meski para anggotanya telah purna tugas.
Melalui kombinasi olahraga, wisata, dan diskusi strategis, kegiatan HIMPURA Joglosumar di Solo tak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama atas dinamika sektor transportasi udara. Di tengah upaya pemulihan pascapandemi, sinergi antara komunitas senior dan pengelola bandara dinilai menjadi salah satu kunci untuk mendorong kebangkitan kembali mobilitas nasional.






