SUKOHARJO – Perayaan Hari Jadi ke-345 Kartasura memasuki hari keempat dengan antusiasme tinggi dari masyarakat. Kemeriahan acara yang digelar di pelataran bersejarah Petilasan Karaton Kartasura, pada Sabtu (5/10/2025), menjadi bukti nyata semangat warga dalam melestarikan budaya dan memperkuat kebanggaan lokal.
Rangkaian perayaan yang berlangsung sejak 1 hingga 12 Oktober ini tak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang kebersamaan yang menghidupkan nilai sejarah, budaya, dan ekonomi masyarakat Kartasura.
Suasana khidmat terasa saat acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh panitia, tamu undangan, dan ribuan warga berdiri tegak dalam kebersamaan, menegaskan makna persatuan dan semangat nasionalisme yang menjadi jiwa perayaan tersebut.
Setelah prosesi pembukaan, panggung utama langsung memukau penonton dengan penampilan tari tradisional dari siswa SD Negeri 7 Kartasura. Kostum warna-warni dan gerakan lincah para penari cilik sukses mengundang decak kagum, sekaligus menjadi simbol regenerasi budaya di kalangan anak-anak Kartasura.
Sorak penonton semakin riuh ketika NON Block Band, grup musik legendaris asal Kartasura, tampil membawakan lagu-lagu andalan mereka. Penampilan penuh nostalgia ini menghadirkan suasana akrab dan hangat di tengah ribuan warga yang ikut bernyanyi bersama.
Energi muda juga turut mewarnai malam itu lewat performa MOXSHA Band, grup musik beranggotakan talenta muda Kartasura. Dengan gaya dan aransemen modern, mereka berhasil memikat generasi milenial dan Gen Z yang memadati area acara.
Kebijakan panitia yang mewajibkan seluruh pengisi acara berasal dari Kartasura mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak. Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata komitmen terhadap pemberdayaan seniman dan pelaku budaya lokal, sekaligus memperkuat rasa bangga masyarakat terhadap potensi daerahnya.
Tak hanya panggung hiburan, kemeriahan juga terasa di area stan UMKM yang berjajar di sekitar Petilasan Karaton. Produk-produk lokal mulai dari kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga inovasi kreatif masyarakat Kartasura menarik perhatian para pengunjung. Kehadiran UMKM ini menambah semarak suasana, menghadirkan nuansa pasar rakyat yang hidup dan inklusif.
Perayaan Hari Jadi ke-345 Kartasura tidak hanya menjadi ajang pesta rakyat, tetapi juga momentum refleksi terhadap sejarah panjang daerah yang pernah menjadi pusat peradaban Jawa. Dengan dukungan masyarakat, pelestarian budaya, dan pemberdayaan ekonomi lokal, Kartasura menunjukkan diri sebagai wilayah yang terus tumbuh tanpa melupakan akar sejarahnya.
“Kartasura tidak hanya punya sejarah besar, tapi juga semangat baru yang tumbuh dari warganya. Melalui pesta rakyat ini, kita belajar menjaga warisan leluhur sambil melangkah menuju masa depan yang lebih baik,” ujar salah satu panitia kegiatan.






