BANTUL – Suara alat kerja dan semangat gotong royong mewarnai Dusun Tangkil, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, saat Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 Kodim 0729/Bantul mulai berjalan, Senin (27/4/2026).
Di kawasan perbukitan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses infrastruktur, pembangunan cor blok jalan dan jembatan menjadi sasaran utama program tersebut. Pada hari pertama pelaksanaan, progres pembangunan jembatan telah mencapai 13 persen, diawali dengan penyiapan lokasi, pembangunan pondasi, hingga distribusi material ke titik pekerjaan.
Komandan Kodim 0729/Bantul, Letkol Kav Fikri Nurheldi, S.E., M.Han, menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, tetapi juga bentuk nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam mempercepat pembangunan wilayah.
“TMMD ini merupakan wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan yang manfaatnya langsung dirasakan warga. Infrastruktur yang dibangun diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Muntuk,” ujar Letkol Kav Fikri Nurheldi.
Menurutnya, kondisi geografis wilayah Dlingo yang berbukit memang menjadi tantangan tersendiri dalam pengerjaan proyek. Namun hal tersebut justru memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong seluruh pihak yang terlibat.
Personel TNI terlihat bekerja bersama anggota Polri, pemerintah daerah, Linmas, relawan, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta warga setempat. Kebersamaan itu tetap terjaga meski hujan sempat mengguyur lokasi pembangunan pada sore hari.
Selain pembangunan fisik, TMMD Sengkuyung Tahap II juga akan menghadirkan program nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, hukum, keamanan dan ketertiban masyarakat, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Harapan kami, hasil dari TMMD ini tidak hanya mempermudah aktivitas masyarakat hari ini, tetapi juga menjadi fondasi pembangunan jangka panjang bagi kesejahteraan warga,” tambahnya.
Bagi masyarakat Dusun Tangkil, pembangunan jembatan tersebut menjadi simbol hadirnya pembangunan hingga pelosok desa membuka akses, mempercepat mobilitas, dan membawa harapan baru bagi masa depan wilayah mereka.






