Di Balik Cor Jalan TMMD Kulon Progo, Ketelitian Prajurit Dimulai dari Pemasangan Begisting

KULON PROGO – Di tengah percepatan pembangunan infrastruktur Program TMMD Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026 di Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, ada tahapan penting yang kerap luput dari perhatian publik: pemasangan begisting.

Bagi personel Satgas TMMD, tahap ini menjadi fondasi utama sebelum pengecoran jalan dilakukan. Begisting dipasang untuk memastikan hasil rabat beton sesuai standar konstruksi yang telah ditetapkan, yakni memiliki ketebalan 0,12 meter dengan lebar jalan 3 meter.

Di lokasi pembangunan, personel TNI bersama warga tampak teliti memasang papan begisting di sisi jalan yang akan dicor. Ketepatan ukuran menjadi perhatian utama agar hasil pembangunan kuat, presisi, dan memiliki daya tahan jangka panjang.

Babinsa Sidorejo, Sertu Pardi, menjelaskan bahwa rabat beton jalan menjadi salah satu sasaran fisik utama dalam TMMD Reguler ke-128 tahun ini.

“Panjang total rabat beton jalan mencapai 1.200 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 0,12 meter. Hingga 27 April 2026, progres pengerjaan sudah mencapai kurang lebih 15 persen,” ujar Sertu Pardi.

Ia menjelaskan, pembangunan jalan tersebut tersebar di beberapa titik strategis yang selama ini menjadi akses penting warga. Di Padukuhan Senden, pengerjaan dilakukan di tiga ruas sepanjang 92,5 meter, 246,5 meter, dan 161 meter. Sementara di Padukuhan Karang dibangun sepanjang 100 meter, serta di Padukuhan Jurug sepanjang 600 meter.

Pembangunan jalan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah pedukuhan, memperlancar aktivitas ekonomi warga, serta mempermudah akses masyarakat sehari-hari.

Di balik hamparan beton yang nantinya mempermudah mobilitas warga, terdapat proses panjang yang membutuhkan ketelitian tinggi. Dari pemasangan begisting hingga pengecoran, setiap tahap menjadi bukti bahwa pembangunan desa dimulai dari kerja detail yang dikerjakan dengan penuh tanggung jawab.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan