BNPB Alihkan Penerimaan Bantuan Gempa NTT ke Jatiasih Bekasi, Distribusi Capai 98,39 Persen

Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana, memimpin rapat evaluasi Posduklognas Halim pada Senin (7/9) di Posduklognas Halim Perdanakusuma, Jakarta.

JAKARTA – Penanganan dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki tahap baru. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai Senin (7/9/2026) mengalihkan lokasi penerimaan bantuan dari Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) Halim Perdanakusuma ke Gudang Logistik dan Peralatan BNPB di Jatiasih, Kota Bekasi.

Kebijakan tersebut diambil setelah kondisi di sejumlah wilayah terdampak menunjukkan perkembangan. Aktivitas masyarakat mulai berangsur pulih dan sebagian warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah.

Selain itu, distribusi bantuan kini juga berlangsung lebih beragam. Sejumlah kementerian/lembaga, organisasi, dunia usaha, serta masyarakat telah menyalurkan bantuan secara langsung ke daerah terdampak.

Perubahan lokasi penerimaan tidak berarti dukungan logistik dihentikan. BNPB memastikan bantuan yang terkumpul di Jatiasih tetap akan dimobilisasi menuju NTT berdasarkan kebutuhan di lapangan.

Bantuan dari Jatiasih Tetap Dikirim ke NTT

Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB sekaligus Koordinator Posduklognas Halim Perdanakusuma, Andi Eviana, menjelaskan bahwa bantuan yang berada di Gudang Logistik Jatiasih akan segera disalurkan.

Menurut Eviana, kondisi transportasi saat ini membuat jalur darat menjadi pilihan yang lebih optimal untuk pengiriman logistik.

“Barang bantuan logistik di gudang Jatiasih akan segera kami kirimkan ke NTT. Saat ini dioptimalkan jalur transportasi darat mengingat situasi dan kondisi sekarang adanya penutupan bandara,” ujar Eviana.

BNPB tetap menyiapkan opsi pengiriman melalui udara apabila kondisi penerbangan telah memungkinkan. Koordinasi dengan Lanud Halim Perdanakusuma juga akan kembali dilakukan untuk mendukung mobilisasi bantuan menggunakan pesawat Hercules.

“Kami masih tetap akan bekerja sama dengan Lanud Halim Perdanakusuma untuk menggunakan pesawat Hercules ketika situasi dan kondisi sudah mulai membaik,” katanya.

Lebih dari 2.177 Ton Bantuan Telah Masuk

Posduklognas Halim Perdanakusuma sebelumnya menjadi titik penting dalam konsolidasi bantuan untuk penanganan gempa NTT. Pos tersebut mulai beroperasi sejak 15 Agustus 2026.

Selama beroperasi, bantuan yang datang dihimpun, dicatat, disimpan, kemudian disalurkan ke wilayah yang membutuhkan. Sasaran distribusinya mencakup tujuh kabupaten terdampak, yakni Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, Sikka, Nagekeo, dan Ngada.

Data BNPB hingga Minggu (6/9/2026) menunjukkan total bantuan yang telah diterima mencapai 2.177.517 kilogram, atau sekitar 2.177 ton.

Sebanyak 2.142.507 kilogram atau sekitar 2.142 ton di antaranya sudah didistribusikan. Dengan demikian, tingkat penyaluran bantuan telah mencapai 98,39 persen.

Adapun logistik yang masih tersisa tercatat 35.010 kilogram, atau sekitar 35 ton.

Empat Moda Transportasi Digunakan

Untuk mempercepat pergerakan logistik, BNPB memanfaatkan sejumlah moda transportasi, baik milik pemerintah maupun komersial.

Rinciannya:

  • 44 sortie penerbangan TNI AU mengangkut 638.319 kilogram bantuan;
  • 71 sortie pesawat kargo komersial untuk bantuan yang bersumber dari DSP dengan total 1.065.000 kilogram;
  • 3 perjalanan kapal menggunakan dua kapal TNI AL dengan muatan 294.082 kilogram; dan
  • 16 truk mengangkut 145.106 kilogram bantuan.

Penggunaan berbagai moda transportasi tersebut menjadi bagian dari strategi BNPB untuk memastikan logistik tidak berhenti di pusat pengumpulan, tetapi segera bergerak menuju masyarakat yang membutuhkan.

Posduklognas Halim selama masa operasionalnya berfungsi sebagai simpul konsolidasi logistik nasional. Pengelolaan bantuan tidak hanya menyangkut kapasitas penyimpanan, tetapi juga kemampuan mengintegrasikan berbagai sumber daya transportasi untuk mempercepat distribusi.

196 Donatur Ikut Dukung Penanganan Gempa

Dukungan terhadap penanganan gempa NTT datang dari berbagai unsur. BNPB mencatat sedikitnya 196 donatur telah memberikan bantuan melalui mekanisme yang dikelola lembaga tersebut.

Para donatur berasal dari organisasi, kementerian/lembaga, sektor swasta, hingga masyarakat.

BNPB menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut karena bantuan yang terkumpul menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan warga terdampak selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan.

“Kami mewakili pimpinan Bapak Kepala BNPB menyampaikan banyak terima kasih kepada para donatur yang telah berpartisipasi, yang telah men-support, yang telah mengirim bantuan melalui BNPB untuk keluarga kita yang terdampak di Provinsi NTT,” tutur Eviana.

Penanganan Berlanjut Sesuai Kebutuhan

Dengan dialihkannya titik penerimaan bantuan ke Jatiasih, BNPB akan menyesuaikan mekanisme distribusi dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Pemerintah daerah di wilayah terdampak juga diharapkan terus memperkuat koordinasi dalam pendataan kebutuhan, distribusi bantuan, serta tahapan pemulihan masyarakat.

BNPB menegaskan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, serta berbagai pihak yang terlibat akan terus dilakukan agar dukungan bagi masyarakat terdampak tetap berjalan efektif, terukur, dan tepat sasaran.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan