Sponsor

Fenomena Lambang Negara Dibalik, Mahasiswa ABN Kecam Pemerintahan Malaysia

Yusadar Waruwu, S.Pd, (Mahasiswa Akademi Bela Negara Partai NasDem, Korwil Mahasiswa ABN Sumut, Ketua DPC Partai NasDem Kecamatan Somolo-Molo Kabupaten Nias)

Jakarta, Kabarjoglo.com – Salah seorang Mahasiswa Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Yusadar Waruwu, mengecam perlakuan Malaysia terhadap Indonesia karena telah membalik bendera Indonesia di buku panduan SEA Games XXIX/2017 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Sabtu, 19 Agustus 2017.

Yusadar Waruwu, menyampaikan, Malaysia terlalu kekanak-kanakan dengan menunjukkan sikap dan perilaku permusuhan dengan Indonesia. Ia menilai perilaku Malaysia seolah-olah memperlihatkan kecorobohan dan kebodohan nya kepada dunia.

“Saya menilai apa yang dilakukan oleh Malaysia ini terlalu menunjukkan sifat kekanak-kanakan, seolah-olah ingin memperlihatkan kecerobohan dan kebodohan nya kepada dunia dengan dalil khilaf,” ujar Yusadar Waruwu, Koordinator Mahasiswa ABN Sumatera Utara ini saat dihubungi media, (22/08).

Yusadar juga menyebutkan, sikap dan perilaku Malaysia sedang mengalami krisis Moralitas, karena tidak bisa menunjukkan sikap yang saling menghargai dan menghormati terhadap bangsa Indonesia.

“Sangat saya sayangkan Malaysia seperti nya sedang mengalami krisis Moralitas,” kecam Yusadar.

Ia berharap, pemerintah Indonesia harus memberikan peringatan yang tegas kepada pemerintah Malaysia, sebab apa yang dilakukan oleh Negara Malaysia kepada Indonesia bukan yang pertama kalinya, akan tetapi sudah kesekian kalinya.

“Saya berharap pemerintah memberikan peringatan yang keras dan tegas terhadap Malaysia, ini bukan yang pertama kalinya, Malaysia sudah berkali-kali bersikap ceroboh dan arogan terhadap Indonesia. Mulai dari perbatasan wilayah Indonesia, masalah kebudayaan Indonesia yang dijiblak hingga perlakuan penganiayaan terhadap TKI yang berada di Malaysia,” Harap nya.

Yusadar Waruwu juga menegaskan kepada Malaysia untuk saling menunjukkan sikap saling menghargai dan menghormati, apalagi Indonesia dan Malaysia sebagai negara tetangga. Ia katakan, Indonesia dan Malaysia seharusnya saling kerjasama dan berusaha memperkuat kawasan Asia Tenggara, bukan justru berpecah berai hanya karena sifat dan perilaku yang sangat tidak rasional.

“Saya minta Malaysia bisa menunjukkan sikap dewasa nya yang saling menghargai, apalagi Indonesia sebagai negara tetangga. Sebenarnya Indonesia dan Malaysia lebih memikirkan bagaimana memperkuat Kawasan Asia Tenggara ini dari berbagai aspek, bukan justru menghabiskan energi dengan menjelek-jelekkan apalagi menghina lambang negara Indonesia.” Tegas Yusadar

sumber: Triaskita.com

Bagikan ini ke :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on whatsapp
WhatsApp

Sponsor

SPONSOR