Hari ini : Rabu, 27 Oktober 2021 11:30

Rutin Evaluasi PTM Terbatas, SD Muh 1 Solo

SOLO – Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah rutin mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti MPd mengatakan, evaluasi pelaksanaan PTM terbatas dilakukan harian dan mingguan.

“Evaluasi, tiap hari kita lakukan evaluasi, dengan meminta laporan dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, dan Satgas Covid-19 intern sekolah,” Jum’at (24/9/2021).

Sejauh ini, sesuai pantauan dan jangkauan, pihaknya tidak menemukan adanya laporan kurang baik, terutama yang berkaitan dengan Covid-19.

“Alhamdulillah, sampai hari ini berjalan dengan baik. Anak-anak ketika PTM terbatas harus mendapatkan ijin dari orang tua,” ujarnya.

PTM terbatas SD Muh 1 Solo dipantau langsung oleh Wakil Wali (Wawali) Kota Surakarta Teguh Prakosa. Mendapatkan monev dari Direktorat Seskolah Dasar Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Heriyanto.

Pernah mendapatkan kunjungan dari Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Muhammadiyah H R Alpha Amirrachman MPhill PhD, Sektretaris Dikdasmen Drs H Yatimun dan Ketua Komite Sekolah Drs H Harminto serta Pengawas Gugus II Korwil III Kecamatan Banjarsari Dra Tri Winarni MPd.

“Semoga tetap aman ke depannya dan nyaman. Setiap ruang kelas diisi maksimal 50 persen siswa, PTM terbatas fase 1 siswa kelas 5 dan dari absen awal,” kata Sayekti.

Sebagai sekolah sehat dan sekolah penggerak telah mewajibkan 5M. “Protokol kesehatan 5M adalah mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” bebernya.

Sayekti juga menghimbau dan menyampaikan pesan agar peserta didik di kelas tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar semua siswa terhindar dari bahaya Covid-19 ini.

“Tidak boleh memainkan masker apalagi membukanya ataupun berbagi makanan dan minuman,” pesannya.

Selain itu dia ungkapkan pula adanya kerja sama dengan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Stabelan, dan RS PKU Muhammadiyah Sampangan.

“Sekolah ada petugas gugus Covid-19 sebanyak 17 personel, guru dan karyawan telah mengikuti vaksin, test antigen, didukung penuh Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) modern satu dokter dan satu perawat,” terangnya.