Surakarta — Tiga atlet tinju pelajar dari Kota Solo mencetak sejarah manis dalam gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat SMA Sederajat Provinsi Jawa Tengah 2025. Mereka sukses memborong tiga medali emas pada cabang olahraga tinju yang digelar di GOR Tinju Jatidiri, Semarang, pada 15–19 Juni 2025.
Siapa yang berprestasi, di mana, kapan, dan bagaimana pencapaian itu terjadi?
Tiga atlet muda yang mengharumkan nama Surakarta tersebut adalah Nafisa Nur Azizah (SMKN 8 Surakarta) di kelas 50 kg Women’s Light Fly, Fauzy Rizky Ramadhany (SMAN 9 Surakarta) di kelas 51 kg Men’s Fly, dan Elencia Aurel Mansnandifu (SMAN 6 Surakarta) yang berlaga di partai eksebisi kelas 54 kg Women’s Bantam.
Ketiganya adalah hasil tempaan intensif di dua sasana ternama di Solo: Yunic Boxing Camp dan Bima Boxing Camp, yang dikenal konsisten membina atlet sejak usia dini. Mereka menjalani training camp (TC) selama kurang lebih tiga bulan di bawah bimbingan Coach Ricci Setyawan Wawoh, yang sekaligus merupakan owner dan manajer dari kedua sasana tersebut, dibantu oleh Coach Nika.
“Prestasi tahun ini adalah hasil kerja keras tim,” ujar Coach Ricci kepada media, usai penyematan medali.
Bagaimana latar belakang keberhasilan ini diraih?
Kesuksesan atlet pelajar Solo dalam POPDA 2025 tak datang secara instan. Di balik kilauan medali emas, terdapat proses latihan panjang dan disiplin tinggi. Dalam masa persiapan, keempat atlet—termasuk Muhammad Zaidan Kusumo Nugroho (SMA Muhammadiyah 1 Surakarta) yang sayangnya gagal melaju ke semifinal—digembleng dalam sesi latihan teknis, strategi pertandingan, serta penguatan fisik dan mental.
Coach Ricci menegaskan bahwa pendekatan pelatihan yang dilakukan tidak hanya fokus pada teknik bertarung, tetapi juga pada pembentukan karakter dan mental juara.
“Kami tidak hanya melatih fisik dan teknik, tapi juga membentuk kedisiplinan dan semangat juang. Itu yang membuat atlet kami berbeda,” ungkapnya.
Apa makna keberhasilan ini bagi kota dan dunia olahraga pelajar?
Pencapaian luar biasa ini menjadi simbol kemajuan olahraga pelajar di Surakarta. Pada upacara penutupan, tim tinju Surakarta bahkan mendapat kehormatan langsung dari Kadispora Surakarta untuk menyematkan medali, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka membawa Solo meraih predikat juara umum II POPDA Jateng 2025.
“Ini kehormatan besar. Selebrasi kemenangan bersama Kadispora dan jajaran Dinas sangat berarti bagi kami. Semoga tahun depan prestasi ini bisa kami tingkatkan,” imbuh Coach Ricci.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan reputasi Bima BC dan Yunic BC sebagai pusat pembinaan atlet tinju muda yang andal dan konsisten. Sistem pelatihan yang solid, kurikulum teknik yang terukur, serta jaringan kompetisi yang luas membuat kedua sasana tersebut layak menjadi rujukan dalam pembinaan tinju amatir di Jawa Tengah.
Ke mana arah pengembangan ke depan?
Coach Ricci berharap kesuksesan ini menjadi pemantik semangat bagi pelajar lain di wilayah Solo Raya untuk menekuni dunia olahraga, khususnya tinju dan beladiri.
“Bagi generasi muda yang ingin berprestasi, pintu kami selalu terbuka. Kami siap membimbing siapa saja yang serius ingin berkembang, baik di tinju maupun beladiri MMA,” tutupnya.
Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, para atlet pelajar dari Surakarta telah membuktikan bahwa dari ring kecil di sasana lokal, bisa lahir juara-juara besar yang membawa harum nama daerah di kancah provinsi—dan suatu saat, mungkin nasional.
📝 Penulis: Obie R.
📸 Dokumentasi: Sasana Yunic BC dan Bima BC Surakarta
📍 Editor: Tim Redaksi






