Zigna Luncurkan Dua Brand Baru, Usung Semangat Budaya dan Inovasi di Kampung Batik Laweyan

SoloPT. Hailai Sinar Cemerlang resmi meluncurkan dua brand terbarunya, Zigna Kampung Batik dan FIM by Zigna, pada Senin (4/8) pukul 15.00 WIB di Canting Londo Kitchen, Laweyan, Solo. Peluncuran ini menandai langkah strategis Zigna dalam memperkuat identitas budaya lokal sekaligus memperluas bisnis di sektor hospitality dan gaya hidup.

Dalam acara bertajuk New Brand Launching tersebut, manajemen Zigna memperkenalkan dua brand anyar yang menjadi tonggak baru perjalanan bisnis mereka: Zigna Kampung Batik yang mengusung konsep hotel berbasis budaya lokal, serta FIM by Zigna yang berorientasi pada inovasi dan pengembangan masa depan industri kreatif.

Brand Manager Zigna, Cikal Pupangga , menjelaskan bahwa peluncuran ini merupakan bagian dari transformasi menyeluruh perusahaan, termasuk rebranding dari nama sebelumnya, Solia. “Zigna diambil dari akar kata signatum, yang berarti tanda atau ciri khas, dan kini menjadi simbol layanan hotel yang lebih personal, kultural, dan otentik,” ujarnya.

Sementara itu, FIM merupakan akronim dari Future In Mind, yang mencerminkan semangat Zigna dalam menciptakan produk dan layanan dengan visi jangka panjang, berbasis kreativitas, teknologi, dan nilai-nilai budaya yang terus berkembang.

Peluncuran brand ini juga turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, seperti Ketua PHRI, perwakilan perbankan nasional, para mitra bisnis, serta perwakilan dari sister company dan institusi pendidikan. Hadir pula tokoh-tokoh lokal serta perwakilan media massa.

Cluster General Manager Solia Hotels Gusti Muchlis menyampaikan bahwa perubahan nama dari Solia bukanlah sekadar pergantian identitas, melainkan strategi jangka panjang untuk memperluas ruang gerak bisnis, sekaligus menempatkan Solia sebagai entitas yang lebih besar seperti yayasan, corporate identity, atau inisiatif CSR di masa depan.

“Nama Solia tidak dihapus, tetapi akan kami transformasikan untuk peran yang lebih besar dan berdampak. Sementara itu, Zigna dan FIM akan menjadi ujung tombak kami dalam menghadirkan layanan hospitality yang lebih modern dan relevan dengan karakter lokal,” ungkapnya.

Zigna Kampung Batik kini menempati kawasan strategis di jantung budaya Laweyan, Solo, dan menghadirkan suasana khas yang menyatu dengan lingkungan batik heritage. Di sisi lain, FIM by Zigna akan menjadi platform kreatif dan lifestyle hotel yang menyasar generasi baru pelancong dengan pendekatan futuristik.

Dengan peluncuran dua brand ini, Zigna Indonesia berharap mampu memperkuat daya saing lokal di tengah dinamika industri pariwisata dan perhotelan, serta membawa kampung batik Laweyan ke panggung nasional maupun internasional sebagai destinasi yang mengedepankan harmoni budaya dan inovasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan