PKM Universitas Dharma AUB Surakarta Latih Warga Makamhaji Ubah Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi.

Foto Bersama peserta dan team pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat( foto/ist)

Sukoharjo Sampah seringkali dipandang sebagai limbah yang tidak bermanfaat. Namun, melalui tangan-tangan kreatif, sampah justru dapat diubah menjadi barang bernilai ekonomi tinggi. Hal inilah yang menjadi fokus dalam kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) bertema “Pengolahan Sampah Anorganik untuk Meningkatkan Nilai Ekonomi Bersama Kelompok pengrajin Griya Karebet Makamhaji yang dilaksanakan oleh Tri Widianto.,SE,MM Selaku ketua Pelaksana, Dr. I Gusti Putu Diva Awatara, dan Dr. Yosephine Angelina Yulia selaku anggota dosen dari Universitas Dharma AUB Surakarta bersama Pemerintah Desa Makamhaji dan bekerjasama denga Rumah Kreatif Griya Karebet yang diketua Oleh Mulyani, S.Pd bertempat di Balai Pertemuan Pondok Karang Lor makamhaji, pada Kamis (14/8/2025) kemarin.

Kepala Desa Makamhaji Agus Purwanto Memberikan sambutan dan membuka acara.

Kegiatan ini diikuti oleh warga masyarakat setempat, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang sekaligus juga tergabung sebagai anggota kelompok pengrajin Griya Karebet. Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian memberikan pelatihan mengenai cara memilah sampah anorganik seperti plastik, botol bekas, dan kertas untuk kemudian diolah menjadi produk kreatif seperti Rak buku atau bumbu dapur, tas belanja, pot tanaman, hingga kerajinan tangan bernilai jual. Pada Kegiatan ini team Pelaksana PKM memberikan hibah alat – alat teknologi dan inovasi kepada pengrajin Griya Karebet dengan kualitas alat yang dapat membantu membuat pekerjaan supaya lebih Cepat, tepat dan presisi sesuai yang diinginkan dalam berkreasi seperti Solder Lukis, Gunting Keramik, Gun tekker, Dan lain lain.

Peserta Pelatihan dan Team Pelaksana PKM bersama – sama Membuat kerajinan dari sampah Kardus

“Selama ini sampah plastik dan botol bekas sering hanya dibuang begitu saja. Padahal, jika dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat. Kegiatan ini merupakan Program Hibah Kemendiktisaintek dengan skema Pemberdayaan berbasis kemitraan” ujar Tri Widianto selaku narasumber kegiatan yang juga sebagai ketua Pelaksana PKM.

Selain pelatihan keterampilan, masyarakat juga dibekali pengetahuan mengenai strategi pemasaran sederhana melalui media sosial untuk memperluas pasar produk hasil daur ulang dimana pada tahapan pemasaran ini Team pelaksana PKM membantu mambuatkan sebuah Patform web www.griyakarebet.com yang tujuannya untuk memberikan edukasi kerajianan sampah dan juga untuk memberikan wadah hasil karya dari kelompok griya karebet dapat di tampilkan dan dijual. Harapannya, keterampilan ini dapat membantu masyarakat menciptakan peluang usaha sekaligus mendukung program lingkungan bersih dan berkelanjutan serta dapat meningkatkan kesejahteraan secara ekonomi.

Penandatanganan Serah terima teknologi dan inovasi berupa peralatan kerajinan dan Platform Web Griyakarebet.com

Kegiatan PKM ini mendapat sambutan antusias dari peserta dan juga perangkat desa Makamhaji yang pada kesempatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Agus Purwanto, SE yang sekaligus membuka acara. Pesan Pak Agus Purwanto dalam sambutanya “Pemerintah Makamhaji dan Peserta pelatihan berharap pelatihan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak warga yang mampu mengolah sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi.

Foto Bersama peserta dan team pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat( foto/ist)

Kami ucapkan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KemendiktiSaintek) melalui Hibah Skema Pemberdayaan berbasis kemitraan Tahun 2025, Pemerintah Desa Makamhaji kecamatan kartasura Kabupaten Sukoharjo, Rumah Kreatif Griya Karebet, LPPM Universitas Dharma AUB Surakarta dan pihak – pihak yang telah membantu jalanya kegiatan PKM ini. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan melalui pengelolaan sampah yang kreatif dan inovatif...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan