Reny, Ketum DSR yang Gaungkan Tembang Kenangan Lewat D’Solo Melodies

Solo – Nuansa nostalgia hadir di Cafedangan Dewa Dewi ketika grup musik D’Solo Melodies tampil membawakan tembang-tembang kenangan dari era 1960 hingga 1990-an. Acara bertajuk “Tembang Kenangan by D’Solo Melodies” ini menghadirkan suasana akrab bagi para penikmat musik lawas, khususnya karya legendaris dari Panbers, The Mercy’s, dan D’Lloyd.

D’Solo Melodies tampil dengan formasi: Dan’s (vokal/rythm), Mas Yanto (keyboard), Bawono (bass), serta Rudy Ndut (drum). Mereka membawakan lagu-lagu pilihan dengan aransemen khas, mengajak penonton bernostalgia ke masa keemasan musik Indonesia.

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, acara juga menyediakan sesi open mic bagi para penonton yang ingin ikut menyumbangkan suara. Namun, panitia menegaskan bahwa hanya lagu-lagu kenangan era 60–90 yang diperkenankan. Genre seperti dangdut, campursari, keroncong, koplo, maupun woyo-woyo dikecualikan.

Reny, selaku manajer D’Solo Melodies sekaligus Ketua Umum Derap Solo Raya (DSR) komunitas penggemar musik Koes Plus dan tembang kenangan di Solo Raya—menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang silaturahmi antarpecinta musik lawas.

“Kami memang membedakan dua band dengan karakter berbeda. Untuk band Koes Plus ada AD Plus Soloraya dan JG Plus Sukoharjo, sedangkan D’Solo Melodies fokus pada tembang kenangan. Semua band tersebut, termasuk beberapa band lainnya, berada di bawah naungan DSR. DSR menjadi wadah utama para pecinta musik lawas di Solo Raya,” jelas Reny.

Dengan konsep yang sederhana namun hangat, penampilan D’Solo Melodies di Cafedangan Dewa Dewi membuktikan bahwa tembang kenangan tetap abadi dan mampu menyatukan lintas generasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan