Wisata Bersama Komunitas Pelestari KBKP dan SO Plus Family Meriahkan di Pantai Pacitan

Pacitan – Kebersamaan dan semangat pelestarian musik legendaris Koes Bersaudara dan Koes Plus terasa kuat dalam kegiatan Wisata Bersama Komunitas Pelestari KBKP dan SO Plus Family yang digelar di Pantai Pancer Door, Pacitan, Minggu (18/1/2026).

Kegiatan wisata yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah ini berlangsung meriah dan penuh keakraban. Rombongan peserta diberangkatkan menggunakan tiga bus, masing-masing bernama Amelinda, Bujangan, dan Dicinta, sebagai simbol kebersamaan dan perjalanan seiring sejalan sesuai tema acara.

Acara dibuka dengan doa bersama dan sambutan panitia. Ketua Panitia Wisata Bersama KBKP SO Plus, Eko, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh peserta, musisi, donatur, serta panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ini selama kurang lebih tiga bulan.

“Tanpa kehadiran peserta, kami panitia bukan apa-apa. Terima kasih atas kebersamaan, dukungan, dan semangat yang luar biasa. Semoga kegiatan ini semakin mempererat tali persaudaraan antar komunitas pelestari karya Koes Bersaudara dan Koes Plus,” ujar Eko dalam sambutannya.

Kegiatan ini turut dimeriahkan oleh penampilan musisi pelestari KBKP, di antaranya SO Plus dan Dita Plus, yang menghadirkan suasana nostalgia melalui lagu-lagu legendaris Koes Plus. Sedikitnya delapan musisi dari Kota Solo ikut ambil bagian dalam acara ini, menambah semarak suasana pantai yang sudah dipenuhi antusiasme peserta.

Selain hiburan musik, rangkaian acara juga diisi dengan pengenalan personel band pelestari, menyanyikan lagu bertema “Seiring Sejalan”, serta sesi open mic yang memberi ruang bagi peserta untuk berinteraksi, bernyanyi, dan berbagi cerita dalam suasana kekeluargaan.

Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah memberikan dukungan, baik moril maupun materiil, demi kelancaran acara. Mereka berharap kebersamaan ini menjadi agenda rutin yang tidak hanya memperkuat silaturahmi, tetapi juga menjaga semangat pelestarian musik Indonesia lintas generasi.

Menutup sambutannya, panitia memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan. “Kami hanyalah manusia biasa. Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan Yang Maha Esa,” tutup Eko.

Wisata bersama ini menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap karya musik legendaris mampu menyatukan komunitas dalam suasana hangat, sederhana, dan penuh makna di tepi pantai selatan Pacitan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan