Sukoharjo – Puluhan siswa di salah satu sekolah di Kabupaten Sukoharjo dilaporkan mengalami gejala mual, pusing, hingga diare usai mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan pada Sabtu (4/3/2026). Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan.
Salah satu siswa, Naura Candalayana, mengaku mulai merasakan gejala tidak nyaman setelah pulang sekolah. Ia menyebut makanan dibagikan sekitar pukul 09.00 WIB saat jam istirahat, sebelum siswa dipulangkan satu jam kemudian.
“Setelah sampai rumah, saya merasa agak mual dan pusing, tapi tidak sampai muntah. Banyak teman-teman juga merasakan hal yang sama,” ujarnya.
Informasi terkait keluhan kesehatan itu pertama kali terdeteksi melalui laporan internal kelas. Ketua kelas kemudian melakukan pendataan terhadap siswa yang mengalami gejala, seperti mual, pusing, sakit perut, dan diare. Pendataan tersebut selanjutnya diverifikasi oleh wali kelas guna memastikan kondisi siswa secara menyeluruh.
Dari hasil pendataan sementara, sekitar 50 siswa dilaporkan mengalami keluhan serupa. Meski demikian, sebagian besar hanya mengalami gejala ringan dan tidak memerlukan penanganan intensif.
Pihak sekolah melalui perwakilannya, Sriyono, menyampaikan bahwa hanya satu siswa yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit di Boyolali. Namun, kondisi yang bersangkutan kini telah membaik dan diperbolehkan pulang.
“Memang ada laporan sekitar 50 siswa yang mengeluh pusing dan mual, tetapi tidak dalam kondisi membahayakan. Hari ini seluruh siswa sudah masuk kembali dan dinyatakan sehat, kecuali satu siswa yang sebelumnya dirawat dan kini sudah pulih,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak sekolah menegaskan bahwa belum dapat dipastikan apakah gejala yang dialami para siswa berkaitan langsung dengan konsumsi makanan MBG. Kepastian tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium.
Di sisi lain, tim dari puskesmas setempat telah melakukan skrining terhadap sejumlah siswa yang mengalami gejala guna memastikan kondisi kesehatan mereka serta mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan.
“Untuk penyebab pastinya kami belum bisa menyimpulkan, apakah dari MBG atau faktor lain. Kami masih menunggu hasil laboratorium. Namun, secara umum kondisi siswa sudah membaik dan kegiatan belajar kembali normal,” tambahnya.
Pihak sekolah memastikan situasi saat ini telah terkendali dan seluruh siswa dalam kondisi aman. Pemeriksaan lanjutan tetap dilakukan sebagai langkah antisipatif sekaligus memastikan tidak ada risiko kesehatan lanjutan bagi para siswa.






