Halal Bihalal MWCNU Pasar Kliwon Perkuat Silaturahmi dan Tangkal Paham Radikal di Solo

SURAKARTA – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, menggelar acara Halal Bihalal dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026, Senin malam (13/4). Kegiatan tersebut berlangsung di Pendapa Dalem Mloyokusuman, Baluwarti, Solo.

Acara ini dihadiri jajaran Forkopimca Kecamatan Pasar Kliwon, Rois Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Surakarta, para pengurus ranting se-Kecamatan Pasar Kliwon, lembaga dan badan otonom (banom) NU, tokoh masyarakat, serta warga nahdliyin.

Mewakili panitia, Ketua Tanfidziyah NU Ranting Baluwarti, Drs. Slamet Jauhari, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kebersamaan yang terbangun tidak hanya mendukung kelancaran acara, tetapi juga menjadi sarana memperkuat syiar Islam rahmatan lil ‘alamin berbasis akidah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah yang selaras dengan nilai budaya Nusantara.

Menurutnya, upaya tersebut penting untuk mengikis dan menangkal masuknya paham transnasional, radikalisme, serta intoleransi di tengah masyarakat. “Keterlibatan seluruh elemen, baik pemerintah maupun tokoh masyarakat, sangat dibutuhkan untuk menjaga kerukunan, persatuan, dan kebersamaan bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat Halal Bihalal tidak hanya berhenti pada momentum Idul Fitri, namun perlu terus diwujudkan dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan ke depan. “Harapannya, NU di Kota Surakarta semakin berkembang dan memberi manfaat luas bagi umat,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Surakarta, H. M. Mashuri, M.M., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Halal Bihalal oleh MWCNU Pasar Kliwon di Ranting NU Baluwarti. Ia menyebut momen ini sebagai sarana saling memaafkan dan mempererat silaturahmi, baik secara personal maupun kelembagaan.

“Atas nama pribadi dan jajaran PCNU Kota Surakarta, kami menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat jam’iyah NU, tetapi juga mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan,” ungkapnya.

Mashuri juga menyoroti pentingnya peran tokoh agama dan masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial, terutama di tengah dinamika global yang tidak menentu. Halal Bihalal, lanjutnya, menjadi momentum rekonsiliasi sosial dan emosional untuk membersihkan hati, memperkuat solidaritas, serta kembali pada nilai-nilai fitrah.

Dalam perayaan tersebut, para jamaah juga disuguhi lantunan sholawat macapat Wedhatama khas Baluwarti yang sarat pesan moral dan spiritual, disampaikan oleh KH. Hari Surasman, S.Ag dari Karanganyar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan