Boyolali, Kabarjoglo.com – Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Cabang Olahraga Aeromodelling Provinsi Jawa Tengah menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Tahun 2026 di Kantor FASI Provinsi Jawa Tengah atau Ruang Rapat Dister Lanud Adi Soemarmo, Boyolali, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus provinsi serta ketua pengurus cabang aeromodelling kabupaten/kota se-Jawa Tengah guna mengevaluasi program kerja tahun sebelumnya sekaligus menyusun strategi pembinaan atlet untuk tahun 2026.
Ketua FASI Jawa Tengah Cabang Aeromodelling, Jadi Nurcahyadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa agenda Rakerprov sempat mengalami penundaan dan baru dapat dilaksanakan pada akhir April 2026 karena menyesuaikan sejumlah agenda organisasi sebelumnya.
“Rakerprov ini sebenarnya direncanakan lebih awal dan sempat akan digelar di Wonosobo. Namun karena berbagai agenda dan bertepatan dengan bulan puasa, pelaksanaannya baru bisa dilakukan hari ini,” ujar Jadi Nurcahyadi.
Ia menjelaskan, sepanjang tahun 2025 FASI Aeromodelling Jateng telah melaksanakan sejumlah agenda penting, di antaranya pelatihan wasit, kejuaraan junior, hingga menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Aeromodelling 2025.
Menurutnya, Jawa Tengah mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah setelah daerah lain belum siap menyelenggarakan ajang nasional tersebut.
“Jawa Tengah menjadi satu-satunya daerah yang memiliki venue memenuhi syarat untuk pelaksanaan Kejuaraan Nasional Aeromodelling 2025 dan alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar,” katanya.
Dalam forum tersebut, pengurus juga membahas evaluasi pelaksanaan kejuaraan sebelumnya serta memaparkan draft pedoman teknis cabang olahraga aeromodelling Jawa Tengah tahun 2026.
Salah satu poin yang dibahas yakni pembatasan jumlah peserta dalam setiap nomor lomba, di mana setiap kabupaten dan kota hanya diperbolehkan mengirim maksimal dua atlet atau dua tim untuk setiap nomor pertandingan.
Rakerprov ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas kompetisi, serta melahirkan atlet aeromodelling berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.






