KULON PROGO – Komitmen menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat kembali ditegaskan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han., saat meninjau pengerjaan rabat beton jalan di Padukuhan Senden, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Sabtu (2/5/2026).
Peninjauan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata memastikan setiap jengkal pembangunan berjalan sesuai standar kualitas dan kebutuhan warga. Didampingi Danramil 08/Lendah Kapten Czi Eko Yuliantono, Dansatgas memantau langsung progres di lapangan sekaligus berdialog dengan personel dan masyarakat yang terlibat.
Kapten Eko menjelaskan, pembangunan rabat beton di Padukuhan Senden tersebar di tiga titik strategis dengan panjang masing-masing 92,5 meter, 246,5 meter, dan 161 meter. Sebagian ruas telah rampung, sementara lainnya masih dalam tahap pengerjaan yang terus dikebut.
Bagi Dansatgas, kualitas adalah harga mati. Ia menegaskan bahwa lebar, ketebalan, hingga kekuatan konstruksi harus benar-benar sesuai perencanaan agar jalan yang dibangun tidak hanya selesai, tetapi juga tahan lama dan memberi manfaat jangka panjang.
“Jangan hanya mengejar selesai, tetapi pastikan kualitasnya. Jalan ini akan digunakan masyarakat dalam waktu lama, sehingga harus benar-benar kuat dan layak,” tegasnya di lokasi.
Lebih dari sekadar infrastruktur, rabat beton ini diproyeksikan menjadi urat nadi baru perekonomian warga. Akses yang lebih baik diyakini akan memperlancar mobilitas hasil pertanian, membuka konektivitas antarwilayah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sidorejo secara bertahap.
Dalam arahannya, Dansatgas juga menanamkan nilai spiritual dalam setiap proses pengerjaan.
“Kerjakan dengan penuh semangat, dilandasi keikhlasan, dan niatkan sebagai ibadah. Jika dikerjakan dengan hati, hasilnya tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga membawa berkah bagi masyarakat hingga generasi mendatang,” pesannya.
Program TMMD Reguler ke-128 di Kulon Progo kembali membuktikan bahwa pembangunan tidak hanya soal beton dan angka, tetapi tentang harapan, akses, dan masa depan masyarakat desa yang lebih baik.






