Nutrifood Physical Education Teacher Dorong Guru PJOK Jadi Agen Perubahan Budaya Hidup Sehat di Sekolah

SoloNutrifood bersama Yayasan Guru Belajar menggelar workshop lanjutan bertajuk “Desain & Implementasi Pembelajaran PJOK Bermakna: Upaya Membangun Budaya Hidup Sehat di Sekolah” bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di Solo, Minggu (11/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program Nutrifood Physical Education Teacher (NPET) yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia.

Program tersebut merupakan upaya Nutrifood dalam memperkuat peran guru PJOK sebagai pemimpin perubahan gaya hidup sehat di lingkungan sekolah. Selama lebih dari 47 tahun, Nutrifood dikenal aktif mengampanyekan pola hidup sehat melalui produk dan berbagai inisiatif edukatif yang mengusung misi Inspiring a Nutritious Life.

Dalam pelaksanaannya, Nutrifood berkolaborasi dengan Yayasan Guru Belajar, organisasi filantropi pendidikan yang fokus pada pengembangan guru dan penguatan kepemimpinan pendidikan. Melalui kolaborasi ini, para guru PJOK didorong untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan mampu membentuk kebiasaan hidup sehat pada peserta didik.

Tahun ini, program NPET menarik minat 4.413 pendaftar dari seluruh Indonesia. Sebanyak 3.535 peserta terpilih mengikuti tahap dasar program yang mencakup asesmen awal, pembelajaran gaya hidup sehat, pelatihan guru konten kreator, hingga pendampingan pembelajaran. Saat ini peserta memasuki tahap lanjutan melalui workshop yang digelar secara luring di 18 kota dan tiga sesi daring bagi peserta dari wilayah yang jauh dari Nutrihub.

Workshop tersebut digelar di sejumlah kota, antara lain Denpasar, Bandung, Jakarta, Semarang, Solo, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Medan, hingga Padang. Kegiatan ini menitikberatkan pada penguatan strategi pembelajaran PJOK yang tidak hanya fokus pada keterampilan olahraga, tetapi juga membangun budaya hidup sehat secara holistik di sekolah.

CEO Mardi Wu menilai guru PJOK memiliki posisi strategis dalam membangun fondasi gaya hidup sehat sejak dini.

“Guru PJOK memiliki peran besar dalam membantu murid membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. Mulai dari literasi hidup sehat, pelibatan orang tua, hingga penguatan karakter murid. Melalui pembelajaran yang tepat, guru dapat mendorong kesadaran dan praktik hidup sehat yang akan terbawa hingga dewasa,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah menjadi ruang penting dalam membangun kebiasaan sehat yang berdampak jangka panjang bagi kehidupan anak.

Sementara itu, Ketua Operasional Yayasan Guru Belajar, Maman Basyaiban, mengatakan peran guru PJOK kini tidak lagi terbatas pada pengajaran keterampilan olahraga semata.

“Guru PJOK adalah pemimpin perubahan gaya hidup. Perannya tidak hanya mengajarkan keterampilan olahraga, tetapi juga membangun kesadaran murid tentang pentingnya hidup sehat,” katanya.

Ia menambahkan, pendekatan pembelajaran yang mendalam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari diperlukan agar perubahan perilaku hidup sehat pada murid dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Program NPET hadir sebagai respons terhadap tantangan gaya hidup anak yang dinilai masih didominasi pola kurang sehat, seperti minim aktivitas fisik, tingginya konsumsi gula dan lemak, serta penggunaan gawai secara berlebihan.

Setelah workshop ini, peserta akan melanjutkan tahapan implementasi pembelajaran di sekolah masing-masing, pendampingan, hingga publikasi cerita perubahan guru sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan.

Melalui program tersebut, para guru PJOK diharapkan mampu menjadi motor penggerak budaya hidup sehat, baik di lingkungan sekolah maupun komunitas sekitarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan