Safari Sholawat dan Manakib di Srihardono Jadi Ajang Doa Bersama, Warga Padati Ponpes Nurul Iman II

BANTUL – Ribuan warga memadati area Pondok Pesantren Nurul Iman II, Kembang Kerep RT 02, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, Sabtu (13/6/2026). Mereka menghadiri kegiatan Safari Sholawat dan Manakib Pathok Segoro yang berlangsung khidmat sekaligus menjadi momentum doa bersama untuk masyarakat dan masa depan Srihardono.

Kegiatan yang dipadukan dengan acara aqiqah keluarga Suparjo dan Wartini itu berlangsung dalam suasana religius dan penuh kebersamaan. Sejak pagi hari, warga dari berbagai wilayah telah berdatangan untuk mengikuti rangkaian acara yang diisi pembacaan sholawat, manakib, tausiyah keagamaan, serta doa bersama.

Selain menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan doa restu bagi Putri Vitarina Cahyaning Ratri, S.E., M.M., yang menyatakan kesiapan maju dalam kontestasi pemilihan Kepala Desa Srihardono mendatang.

Putri Vitarina: Doa Warga Menjadi Semangat Pengabdian

Dalam kesempatan itu, Putri Vitarina menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan masyarakat yang memenuhi lokasi acara.

Menurutnya, antusiasme warga menjadi energi positif untuk terus mengabdikan diri kepada masyarakat Srihardono.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan terharu melihat kebersamaan warga yang hadir. Doa dan dukungan dari masyarakat menjadi motivasi bagi saya untuk terus berbuat yang terbaik bagi Srihardono,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan desa hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga warga secara keseluruhan.

“Harapannya, Srihardono dapat terus berkembang menjadi desa yang maju, sejahtera, dan tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat,” katanya.

Tokoh Masyarakat Soroti Pentingnya Kebersamaan

Kehadiran warga dalam jumlah besar menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan yang masih terjaga di tengah masyarakat Srihardono.

Salah satu tokoh masyarakat, Sulistriyono, menilai kegiatan seperti Safari Sholawat dan Manakib memiliki peran penting dalam mempererat hubungan sosial antarwarga.

“Acara seperti ini bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan memperkuat persatuan masyarakat. Kebersamaan inilah yang harus terus dijaga untuk kemajuan desa,” tuturnya.

Senada dengan itu, sejumlah elemen masyarakat dan komunitas yang hadir juga menyampaikan harapan agar Srihardono terus berkembang dengan tetap menjunjung nilai gotong royong dan kepedulian sosial.

Sholawat dan Tausiyah Hadirkan Suasana Khidmat

Kegiatan semakin khusyuk saat Gus Shihabudin menyampaikan tausiyah dan memimpin lantunan sholawat bersama jamaah.

Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat untuk memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta mendoakan kebaikan bagi lingkungan tempat tinggal mereka.

“Ketika masyarakat bersatu dalam doa dan kebersamaan, maka akan lahir kekuatan besar untuk membangun kehidupan yang lebih baik,” pesannya di hadapan ribuan jamaah.

Lantunan sholawat yang menggema di area pesantren menciptakan suasana religius. Warga yang hadir tampak mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan.

Aqiqah Jadi Simbol Berbagi Kebahagiaan

Selain kegiatan keagamaan, acara juga dirangkai dengan prosesi aqiqah keluarga Suparjo dan Wartini. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk berbagi kebahagiaan bersama masyarakat.

Daging aqiqah dibagikan kepada warga yang hadir maupun masyarakat sekitar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat tali silaturahmi.

“Kami berharap acara ini menjadi sarana berbagi kebahagiaan dan memperkuat hubungan kekeluargaan dengan seluruh warga,” ujar Suparjo.

Ditutup Doa untuk Kemajuan Srihardono

Rangkaian Safari Sholawat dan Manakib ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Gus Shihabudin. Doa dipanjatkan untuk keselamatan, kemakmuran, serta kemajuan masyarakat Srihardono.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai penutupan acara. Bagi warga yang hadir, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang ibadah dan silaturahmi, tetapi juga simbol kuatnya semangat gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat Srihardono.

Dengan tingginya partisipasi warga, Safari Sholawat dan Manakib Pathok Segoro tahun ini menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan, religiusitas, dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi penting dalam kehidupan masyarakat Srihardono.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan