JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali secara resmi membuka Rapat Pimpinan (Rapim) Penyelenggaraan Pembinaan Saka Bahari Nasional Tahun Anggaran 2026 di Gedung Neptunus, Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (26/8/2026).
Rapim tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan pola pikir dan pola tindak dalam pembinaan serta pengembangan Saka Bahari. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan semangat bela negara dan cinta tanah air, khususnya melalui penguatan potensi maritim nasional.
Penyelenggaraan Rapim Saka Bahari Nasional TA 2026 mengusung tema:
“Pembinaan Saka Bahari Nasional Tahun Anggaran 2026 Melalui Rapat Pimpinan dan Apel Gelar Saka Bahari, Guna Mewujudkan Ruang, Alat dan Kondisi (RAK) Juang yang Tangguh dalam Rangka Mendukung Pertahanan Negara di Laut.”
Tema tersebut menegaskan pentingnya kesatuan langkah dan sinergi antara TNI Angkatan Laut, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam membina generasi muda melalui Saka Bahari.
Hadirkan Narasumber Strategis
Rapim menghadirkan tiga narasumber utama yang memberikan pembekalan terkait arah pembinaan dan pengembangan Saka Bahari.
Mayjen TNI (Purn) Dr. Bachtiar Utomo menyampaikan materi mengenai Peran Kwartir Gerakan Pramuka dalam Pembinaan dan Pengembangan Saka Bahari yang Bersinergi dengan TNI AL.
Sementara Kolonel Mar Budi Santosa memaparkan Evaluasi Kegiatan Saka Bahari TA 2025 dan Rencana Kegiatan Saka Bahari TA 2026.
Adapun Kolonel Laut (P) Robiyanto menyampaikan materi mengenai Usulan Konsep Organisasi Saka Bahari.
Dalam sambutannya, Kasal menegaskan bahwa TNI AL memiliki tugas pokok dalam melaksanakan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut (Dawilhanla).
Pemberdayaan tersebut dilakukan melalui pembinaan potensi maritim yang mencakup aspek geografi, demografi, serta kondisi sosial masyarakat. Seluruh potensi tersebut diarahkan untuk menjadi Ruang, Alat, dan Kondisi (RAK) Juang yang tangguh demi mendukung kepentingan pertahanan negara di laut.
Saka Bahari Bentuk Karakter Generasi Muda
Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menekankan pentingnya peran Gerakan Pramuka, khususnya Saka Bahari, sebagai wadah pembinaan generasi muda agar memiliki wawasan maritim, jiwa bahari, serta kesadaran bela negara.
“Saka Bahari bukan sekadar wadah kegiatan ekstrakurikuler yang normatif, melainkan sarana pembentukan karakter generasi muda agar memiliki wawasan maritim, jiwa bahari, semangat cinta tanah air, serta kesadaran berbangsa dan bernegara yang kuat.”
Menurut Kasal, melalui pembinaan Saka Bahari, Indonesia sedang mempersiapkan generasi penerus yang memiliki karakter kuat, kompetensi tinggi, serta kesadaran bela negara sebagai bagian dari kekuatan nasional di bidang maritim.
Melalui forum Rapim Saka Bahari TA 2026, TNI AL menargetkan terwujudnya RAK Juang Matra Laut yang tangguh dengan menyiapkan potensi ruang, alat, dan kondisi maritim yang dapat digunakan untuk mendukung kepentingan pertahanan negara di laut.
Selain itu, Rapim juga diarahkan untuk menciptakan sinergitas berjenjang melalui kesamaan pola pikir dan pola tindak di antara pimpinan Saka Bahari, mulai tingkat nasional, daerah, cabang hingga ranting di seluruh wilayah Indonesia.
Penguatan semangat bela negara dan wawasan kebangsaan juga menjadi bagian penting dalam pembinaan tersebut, termasuk dalam upaya memperkokoh soliditas pimpinan Saka Bahari guna menyiapkan potensi Komponen Cadangan (Komcad) Pertahanan Matra Laut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka beserta jajaran pengurus Kwarnas, para Pejabat Utama Mabesal, Komandan Pusat Teritorial Angkatan Laut (Danpusteral) selaku Ketua Pimpinan Saka Bahari Tingkat Nasional, serta pimpinan Saka Bahari tingkat daerah, cabang, hingga ranting di seluruh Indonesia yang mengikuti kegiatan secara daring.
Hadir pula para Pembina, Pamong Saka, dan Instruktur Saka Bahari.
(Dispenal)






