Kebakaran TPA Putri Cempo Solo, Blok C dan D Berhasil Dikendalikan, Blok B Masih Dipadamkan

Sejumlah petugas gabungan melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan TPA Putri Cempo, Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (7/9). Provinsi Jawa Tengah. (ist)

SOLO – Penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kota Surakarta, terus dikebut. Hingga Senin (7/9/2026) malam, kondisi kebakaran secara umum menunjukkan perkembangan positif setelah api di Blok C dan Blok D berhasil dikendalikan.

Meski demikian, operasi pemadaman masih berlanjut di Blok B. Sejumlah area di blok tersebut masih ditemukan titik api sehingga menjadi fokus utama tim gabungan.

Tim gabungan menargetkan penanganan Blok B dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tujuh hari. Target tersebut tetap menyesuaikan kondisi aktual di lapangan.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di sekitar jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Pemadaman dilakukan dari jalur darat dengan mengombinasikan metode injeksi dan penyemprotan air untuk menjangkau bagian timbunan yang masih terbakar.

Suplai Air Terus Diperkuat

Kelancaran pemadaman sangat bergantung pada ketersediaan air. Karena itu, tim di lapangan terus memastikan pasokan air tetap tersedia selama operasi berlangsung.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengoptimalkan hydrant yang berada di fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Sejumlah tandon air juga ditambahkan untuk menjaga suplai selama proses pemadaman.

Operasi melibatkan personel pemadam kebakaran dari berbagai wilayah, mulai dari kawasan Solo Raya, Semarang hingga Cilacap.

Kekuatan tersebut diperkuat oleh personel TNI, Polri dan relawan. Pelibatan lintas wilayah dilakukan untuk menambah kekuatan personel sekaligus mempercepat penanganan.

Namun, petugas masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Salah satunya kondisi beberapa selang pemadam yang mengalami kerusakan dan kebocoran.

BNPB Siapkan Opsi Modifikasi Cuaca

Dukungan terhadap penanganan juga diberikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pada masa darurat, BNPB membantu memastikan kebutuhan sarana, prasarana, serta peralatan pendukung operasi tersedia di lapangan.

BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mempersiapkan opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung penanganan kebakaran.

Namun, pelaksanaan OMC masih bergantung pada kondisi atmosfer. Operasi hanya dapat dilakukan apabila terdapat awan yang memenuhi persyaratan operasional.

Seiring pemadaman yang terus dilakukan, kondisi asap juga mulai berkurang. Meski begitu, paparan asap masih dirasakan di sebagian wilayah Kabupaten Karanganyar.

Salah satu wilayah yang terdampak berada di Dusun Sulurejo RT 05 hingga RT 10, Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo.

Sebanyak 105 warga saat ini berada di lokasi pengungsian di GOR UTP Desa Plesungan.

Penanganan terhadap warga terdampak dilakukan bersamaan dengan operasi pemadaman untuk memastikan keselamatan serta kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Peralatan dan Logistik Masih Dibutuhkan

Pemerintah bersama tim gabungan terus mengupayakan agar api di Blok B dapat dipadamkan secara menyeluruh. Kebutuhan personel, air, sarana pemadaman, dan berbagai peralatan terus dikoordinasikan.

Sejumlah perlengkapan yang masih dibutuhkan antara lain selang pemadam berbahan rubber, sarung tangan, pipa injeksi, nozzle, masker medis, masker full face, serta dukungan obat-obatan, vitamin dan tetes mata.

Selain itu, tim penanganan juga membutuhkan tiga unit alat berat untuk mendukung proses penanganan di area TPA.

BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait akan terus memantau perkembangan kebakaran, khususnya proses pemadaman di Blok B serta dampak asap terhadap masyarakat sekitar.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diimbau mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah maupun petugas di lapangan.

Warga juga diminta menggunakan perlindungan pernapasan apabila kualitas udara menurun akibat paparan asap serta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara tidak mendukung.

Berton SP Panjaitan, Ph.D.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Pos terkait

Tinggalkan Balasan