20 Perguruan Silat Sukoharjo Didorong Perkuat Kamtibmas dan Kontribusi untuk Kemajuan Daerah

SUKOHARJO – Sebanyak 20 perguruan pencak silat di Kabupaten Sukoharjo didorong memperkuat peran organisasi kemasyarakatan dalam menjaga keamanan, ketertiban, perdamaian, dan kondusivitas wilayah.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan Kabupaten Sukoharjo 2026 yang diikuti sekitar 200 peserta dari unsur ketua perguruan bela diri di Pendopo Graha Satya Praja Kabupaten Sukoharjo, Selasa (6/10/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan organisasi kemasyarakatan dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan harmonis di Kabupaten Sukoharjo.

Pjs Bupati Sukoharjo Eko Sapto mengatakan, kegiatan tersebut digelar atas inisiatif sejumlah pihak sebagai bagian dari upaya pemberdayaan organisasi kemasyarakatan untuk meningkatkan kondusivitas, perdamaian, dan keamanan wilayah.

Menurutnya, keberadaan 20 perguruan bela diri yang berdomisili di Kabupaten Sukoharjo merupakan potensi sosial yang dapat diarahkan untuk memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

Eko berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu menghasilkan kontribusi nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Saya berharap kegiatan hari ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan mampu berkontribusi pada terciptanya kondusivitas, keamanan, dan ketertiban. Yang lebih penting lagi, bagaimana ke-20 organisasi bela diri ini dapat memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Kabupaten Sukoharjo,” ujar Eko.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang selama ini turut menjaga keamanan, ketertiban, dan perdamaian di Kabupaten Sukoharjo.

Menurut Eko, kondisi keamanan dan ketertiban yang terjaga merupakan hasil dari sinergi berbagai pihak yang manfaatnya dapat dirasakan bersama oleh masyarakat.

“Capaian kita saat ini berupa keamanan, ketertiban, dan perdamaian adalah hal yang kita semua serta masyarakat nikmati dan rasakan bersama,” katanya.

Eko menjelaskan, kegiatan pemberdayaan organisasi kemasyarakatan tersebut memiliki dua tujuan utama.

Pertama, menyosialisasikan program pembangunan prioritas Kabupaten Sukoharjo untuk mewujudkan Sukoharjo yang maju, sejahtera, dan bermartabat.

Kedua, meningkatkan peran serta dan keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam membantu pemerintah mewujudkan Sukoharjo yang maju dan bermartabat.

Sinergi Polri dan Perguruan Silat

Sementara itu, Kabag Ops Polres Sukoharjo Kompol Yulianto dalam paparannya menekankan pentingnya sinergi antara Polri dan organisasi kemasyarakatan dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas.

Penguatan komunikasi dan kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan, termasuk perguruan pencak silat, dinilai penting untuk menjaga situasi wilayah tetap kondusif.

Perguruan silat tidak hanya memiliki peran dalam pembinaan olahraga dan bela diri, tetapi juga memiliki potensi sebagai kekuatan sosial yang dapat ikut menjaga ketertiban dan kerukunan masyarakat.

Pesilat Berbudaya, Sukoharjo Sejahtera

Pesan senada disampaikan Kasdim Sukoharjo Mayor Inf M. Azis Yuliansor. Dalam paparannya, ia mengangkat semangat “Pesilat Berbudaya, Sukoharjo Sejahtera.”

Menurutnya, nilai-nilai pencak silat tidak sebatas kemampuan bela diri. Di dalamnya terdapat nilai budaya, kedisiplinan, persaudaraan, dan tanggung jawab sosial.

Karena itu, para pesilat diharapkan ikut merawat tradisi, menjaga harmoni, serta berkontribusi dalam menjaga keamanan daerah.

Semangat tersebut dinilai sejalan dengan upaya membangun kehidupan masyarakat Sukoharjo yang aman, harmonis, dan sejahtera.

Melalui kegiatan tersebut, 20 perguruan pencak silat diharapkan semakin mampu mengambil peran positif di tengah masyarakat. Bukan hanya dalam menjaga dan melestarikan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan sosial yang mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban.

Lebih lanjut Kesbangpol Sukoharjo Budi Santoso menyampaikan Laporan Kegiatan Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan Kabupaten Sukoharjo 2026 dilaksanakan Selasa, 6 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Pembiayaan kegiatan bersumber dari APBD Kabupaten Sukoharjo Tahun Anggaran 2026.

Dengan sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan organisasi kemasyarakatan, keberadaan perguruan pencak silat diharapkan semakin memberikan kontribusi positif bagi terciptanya Sukoharjo yang aman, harmonis, maju, sejahtera, dan bermartabat.

Pos terkait