Angkringan Ledok Nogosari Boyolali Jadi Favorit Nongkrong, Ayam Bakar Rp25 Ribu hingga Fasilitas Karaoke

Boyolali – Bagi pencinta kuliner tradisional dan suasana santai, Angkringan Ledok Nogosari di Jalan Dampak, Keyongan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, menjadi destinasi yang patut disinggahi. Dengan harga terjangkau dan nuansa khas angkringan Jawa, tempat ini kian diminati berbagai kalangan.

Suasana hangat dan sederhana menjadi daya tarik utama Angkringan Ledok Nogosari. Berlokasi di lingkungan pedesaan yang tenang, tempat ini tak hanya menyajikan makanan, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan bagi warga hingga komunitas dari luar daerah.

Endang Pengelola angkringan menuturkan, usaha ini berawal dari kebiasaan sederhana sepulang kerja. Ia mengaku awalnya hanya membantu, hingga akhirnya dipercaya untuk mengelola angkringan tersebut secara penuh.

“Awalnya saya pulang kerja langsung ke sini, lama-lama akrab dengan pemilik. Akhirnya dipercaya untuk mengelola, dan Alhamdulillah sekarang semakin ramai,” ujarnya.

Angkringan Ledok Nogosari buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 23.00 WIB. Menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari soto yang menjadi menu wajib harian, hingga berbagai hidangan lain sesuai permintaan pengunjung.

Menariknya, layanan di tempat ini juga fleksibel. Pengunjung bisa memesan menu khusus sesuai kebutuhan, termasuk untuk acara rombongan atau komunitas.

“Kalau ada yang pesan, misalnya bebek atau menu lain, bisa kami siapkan. Banyak juga yang booking, biasanya pesan ayam bakar,” jelasnya.

Menu ayam bakar menjadi salah satu favorit, terutama untuk pemesanan dalam jumlah besar. Harga yang ditawarkan pun terjangkau, yakni sekitar Rp25 ribu per porsi lengkap dengan lauk pendamping.

“Pernah ada pesanan sampai 110 porsi, kebanyakan dari guru-guru atau karyawan pabrik,” tambahnya.

Tak hanya perorangan, pengunjung angkringan ini juga datang dari berbagai komunitas. Promosi yang dilakukan melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram terbukti efektif menarik pelanggan dari luar daerah.

“Banyak yang tahu dari Facebook, ada grup-grup yang share. Bahkan hari Minggu nanti ada komunitas dari Pandean yang mau datang ke sini,” katanya.

Meski baru berjalan sekitar satu setengah tahun, Angkringan Ledok Nogosari terus berkembang dan semakin dikenal luas. Selain kuliner, tempat ini juga menyediakan fasilitas hiburan seperti karaoke yang menambah daya tarik bagi pengunjung.

Ke depan, sang pengelola berharap usaha ini bisa terus berkembang dan menjadi sumber rezeki sekaligus tempat bersosialisasi.

“Harapannya ya bisa terus lancar, dapat rezeki, sekaligus punya banyak teman. Karena jualan itu bukan hanya soal uang, tapi juga silaturahmi,” pungkasnya.

Dengan konsep sederhana namun penuh kehangatan, Angkringan Ledok Nogosari menjadi bukti bahwa kuliner tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat, bahkan di tengah perkembangan zaman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan