Ini yang Dilakukan Empat Gadis manis dan Kreatif dari Kecamatan Jatipurno, Hadapi Dampak Covid Terkena Phk .

Ini yang Dilakukan Empat Gadis manis dan Kreatif dari Kecamatan Jatipurno, Hadapi Dampak Covid Terkena Phk .

Wonogiri, Kabarjoglo.com  – Pandemi Corona Virus atau lebih dikenal dengan COVID 19 menimbulkan banyak dampak, salah satunya sektor ekonomi. Banyak perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK ) ataupun pengurangan karyawan akibat lesunya bidang industri.

Beda dengan empat gadis manis kreatif  dari Jatipurno yang langsung banting setir menjadi wirausahawati di bidang kuliner. Mereka adalah Ambaryani (22) seorang Sarjana Peternakan dari Universitas Brawijaya ( Unibraw ) Malang yang lulus pada tahun 2019 dengan IPK 3,56.Dia selama transisi kelulusan pernah berusaha ternak ayam joper di rumahnya di Dusun Tawinglor RT 05/RW 03 Desa Tawangrejo, dikarenakan pandemi COVID 19 usaha tersebut terhenti untuk sementara waktu.

Suci pamungkas (18) warga Dusun Plalar Desa Girimulyo, Kecamatan Jatipurno mantan karyawan salah satu pabrik di Solo yang terkena PHK. Nana. Marlina (21) warga Dusun Tungkluk Desa Girimulyo, salah satu karyawan pabrik di Wonogiri yang ikut berjualan pada hari Sabtu dan Minggu dan Levia Sari (20) warga Dusun Galih, Desa Girimulyo mantan karyawati salah satu pabrik di Solo.

Tak perlu waktu lama mereka membuka usaha jualan pecel dan gorengan di lokasi Dusun Tandan, Desa Tawangrejo. Dengan berlatar belakang panorama alam yang indah wajar jika dagangan mereka laris manis diserbu pembeli. Mereka mulai menjajakan dagangannya mulai pukul 14.30 s/d 17.30 WIB.

Dengan modal awal 1 juta rupiah, kini mereka bisa meraih omset Rp 500 s/d Rp 600 ribu. Setelah waktu berjalan mereka akan mengembangkan jenis dagangan menjadi lebih variatif.

Salah satu pembeli yang bernama Diana dari Dusun Kenteng Desa Gunungsari Kecamatan Jatisrono yang berhasil ditemui media, Minggu (19/4) menuturkan dia ke tempat tersebut karena mengantar anaknya guna melihat pemandangan pematang sawah dan juga Gunung Lawu yang kebetulan cuaca cerah ketika sore hari.

“Sambil refresing saya coba beli pecel dan gorengan yang di jual mbak- mbaknya, namun yang kami apresiasi bukan rasa pecelnya saja justru ketekadan dan juga kemauan yang tinggi dari generasi muda untuk berwirausaha, ” tuturnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan