Semarak Milad ke-18 SMK Muhammadiyah 4 Surakarta, Lomba Daur Ulang Sampah Jadi Edukasi Lingkungan untuk Pelajar

SURAKARTA – SMK Muhammadiyah 4 Surakarta menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka Milad ke-18 dengan menghadirkan “Muara Fest” perdana, yang diwarnai lomba kreasi daur ulang sampah bagi pelajar SMP/MTs se-Kota Surakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi lingkungan sekaligus mendukung program pemerintah dalam pengelolaan sampah.

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Surakarta melalui perwakilan Dinas Lingkungan Hidup. Agung Prihanto Kepala Bidang Pengelolaan Sampah menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif sekolah dalam mengedukasi generasi muda tentang pentingnya pengelolaan sampah.

“Program pemilahan sampah organik dan nonorganik yang saat ini digencarkan pemerintah kota perlu didukung oleh semua pihak, termasuk dunia pendidikan. Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu mengolah sampah nonorganik menjadi produk bernilai ekonomis,” ujarnya.

Ia menilai, kreativitas siswa dalam mengolah sampah plastik menjadi karya bermanfaat menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dapat diatasi melalui inovasi sederhana namun berdampak.

Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah 4 Surakarta Musyarofah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini.

“Muara Fest ini kami selenggarakan untuk menyambut Milad ke-18 sekaligus sebagai sarana edukasi. Harapannya, siswa tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan daur ulang,” jelasnya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan semakin diminati masyarakat, sekaligus memperkuat peran sekolah dalam memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Majelis Pendidikan Muhammadiyah Kota Surakarta turut memberikan sambutan dan secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa ajang ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga mempererat silaturahmi antar pelajar.

“Keikutsertaan dalam lomba ini sudah menjadi prestasi tersendiri. Selain mengasah keterampilan, kegiatan ini juga membangun jejaring dan kebersamaan antar sekolah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya peran sekolah dalam menghadapi perkembangan teknologi yang pesat, sekaligus menjaga nilai moral generasi muda.

“Sekolah harus menjadi benteng dalam menghadapi dampak negatif perkembangan teknologi, sekaligus membentuk karakter siswa yang berakhlak dan berkualitas,” tegasnya.

Sebanyak puluhan peserta dari berbagai SMP dan MTs di Surakarta mengikuti lomba dengan antusias. Mereka menampilkan berbagai karya kreatif berbahan dasar sampah nonorganik, khususnya plastik, yang diolah menjadi produk bernilai guna.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus mendorong generasi muda untuk lebih inovatif dalam menghadapi permasalahan sampah.

Dengan mengusung semangat edukasi dan kreativitas, Muara Fest di SMK Muhammadiyah 4 Surakarta tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang pembelajaran bagi pelajar untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Pos terkait