Pekanbaru – Kolonel Penerbang (Pnb) I Gusti Ngurah Adi Brata merupakan sosok perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara yang menapaki karier dengan keteguhan, disiplin, dan dedikasi tinggi. Lahir di Denpasar pada era 1980-an, ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menjunjung nilai budaya, pengabdian, dan tanggung jawab. Sejak usia muda, semangat mengabdi kepada bangsa telah menjadi fondasi dalam perjalanan hidupnya sebagai prajurit udara.
Pendidikan dasar hingga menengah ditempuh di Pontianak, dimulai dari SDN 5 Pontianak, SMPN 1 Pontianak, hingga SMA Taruna Bumi Khatulistiwa. Masa pendidikan tersebut membentuk karakter disiplin dan kepemimpinan yang kemudian menjadi ciri khasnya. Tekad menjadi penjaga kedaulatan udara mengantarkannya menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Udara dan lulus pada 2001 sebagai perwira muda TNI AU.
Karier militernya diawali sebagai Perwira Pertama (Pama) di lingkungan AAU, sebelum melanjutkan pendidikan di Sekolah Penerbang (Sekbang) Lanud Adisucipto. Di tempat ini, kemampuan dasar penerbang ditempa secara intensif. Penugasannya sebagai Perwira Penerbang di Skadron Udara 1 Lanud Supadio menjadi awal kontribusinya dalam operasi penerbangan militer.
Seiring perjalanan dinas, ia dipercaya mengemban berbagai jabatan di lingkungan Skadron Udara 1 di Kalimantan Barat. Pengalaman tersebut memperkaya wawasan serta memperkuat kemampuannya dalam mengelola operasi udara secara efektif dan terukur.
Kemampuan kepemimpinannya semakin terasah saat bertugas sebagai instruktur penerbang di Wingdik 100 Terbang, Lanud Adisucipto. Peran ini menuntut keahlian teknis sekaligus keteladanan dalam membina perwira penerbang muda. Ia dikenal sebagai sosok tegas namun humanis, serta mampu menanamkan nilai profesionalisme dan semangat juang kepada para siswa.
Puncak kepercayaan organisasi ditunjukkan ketika ia menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 1 pada 2019. Di bawah kepemimpinannya, satuan tersebut menunjukkan kesiapan operasional tinggi dan berkontribusi dalam berbagai misi pertahanan udara nasional.
Pengalaman strategisnya semakin luas melalui penugasan di Mabes TNI sebagai staf operasi, serta di Mabesau pada bidang perencanaan latihan. Ia juga pernah menjabat sebagai Asisten Operasi Kosek IKN Koopsud I dan Kepala Dinas Operasi Lanud Supadio. Setiap jabatan dijalankan dengan dedikasi, mencerminkan kapasitasnya sebagai perwira staf dan lapangan yang mumpuni.
Komitmennya terhadap pengembangan diri tercermin dari berbagai pendidikan militer yang diikuti, antara lain Sekkau, Seskoau, hingga Sesko TNI. Selain itu, ia juga mengikuti kursus internasional seperti APCSS di Hawaii serta pelatihan di Australia. Bekal tersebut memperkaya perspektif strategisnya dalam menghadapi dinamika pertahanan modern.
Dalam perjalanan pengabdiannya, Kolonel Adi Brata turut terlibat dalam berbagai operasi penting di wilayah NKRI. Kontribusinya menjadi bukti nyata dedikasi dalam menjaga kedaulatan udara Indonesia. Atas pengabdian tersebut, ia menerima sejumlah tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia.
Saat ini, ia mengemban amanah sebagai Komandan Wing Udara 3.1 Grup 3 Tempur, dengan tanggung jawab membina kesiapan tempur satuan udara. Perjalanan kariernya mencerminkan harmoni antara pengabdian kepada negara dan tanggung jawab sebagai kepala keluarga, sekaligus menjadi teladan bagi generasi penerus TNI Angkatan Udara.






