Lenis Kagoya Klaim Masuk DPO TPNPB-OPM Usai Gencarkan Program Pemerintah di Papua

Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Negara, Lenis Kagoya, memberikan keterangan kepada media saat menghadiri pemaparan laporan triwulan pertama kinerja Satgas TNI 2026 di Markas Kogabwilhan III, Timika, Papua Tengah. (Foto/ist)

Timika, Kabarjoglo.com – Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Negara, Lenis Kagoya, mengaku masuk dalam daftar target kelompok separatis TPNPB-OPM untuk dibunuh. Pernyataan itu disampaikan Lenis saat menghadiri pemaparan laporan triwulan pertama kinerja Satgas TNI 2026 di Markas Komando Kogabwilhan III, Mile 32, Kabupaten Timika, Papua Tengah.

Menurut Lenis, ancaman tersebut muncul setelah dirinya aktif turun langsung ke berbagai wilayah di Papua untuk menyosialisasikan program-program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Bacaan Lainnya

Ia menilai, pendekatan humanis yang dilakukan dengan mendatangi masyarakat hingga berdialog langsung di kampung-kampung perlahan berhasil membangun kembali kepercayaan warga terhadap pemerintah.

“Setelah masyarakat mulai menerima program pembangunan pemerintah, saya justru masuk daftar target mereka,” kata Lenis dalam keterangannya.

Lenis mengatakan, sebelumnya program MBG sempat mendapat penolakan di sejumlah wilayah Papua akibat isu dan propaganda yang menyebut program tersebut sebagai bagian dari upaya genosida. Narasi itu, menurut dia, disebarkan secara masif oleh TPNPB-OPM melalui berbagai media sosial untuk membangun ketakutan di tengah masyarakat.

Namun, ia mengklaim pendekatan berbasis budaya lokal dan dialog kekeluargaan mampu mengubah pandangan masyarakat. Lenis mengaku kerap mendatangi honai-honai warga, berbincang sambil makan pinang, serta mendengar langsung keluhan masyarakat Papua.

“Ketika masyarakat melihat langsung manfaat program pemerintah, propaganda itu mulai luntur,” ujarnya.

Ia menyebut antusiasme masyarakat terhadap program pemerintah mulai terlihat di sejumlah daerah seperti Wamena dan Lanny Jaya. Menurut Lenis, warga bahkan terlibat langsung dalam pengelolaan dapur MBG, mulai dari memasak hingga mendistribusikan makanan kepada anak-anak sekolah.

Dalam kesempatan yang sama, Lenis juga menyinggung keberhasilan Satgas TNI di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III dan Koops Habema yang disebut mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat Papua.

Menurut dia, salah satu indikator keberhasilan pendekatan tersebut terlihat dari banyaknya senjata yang berhasil diamankan aparat. Ia menyebut sebagian senjata itu diperoleh dari penyerahan masyarakat.

Meski mengaku menjadi target TPNPB-OPM, Lenis menegaskan tidak gentar. Ia justru menganggap ancaman tersebut sebagai motivasi untuk terus mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.

Lenis juga mengajak kelompok separatis kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan bersama-sama membangun Papua melalui jalur damai.

“Saya mengajak mereka melawan kebodohan dan kemiskinan, bukan dengan kekerasan,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan