Danrem 083/Baladhika Jaya: Pembangunan Yonif TP di Lumajang Perkuat Pertahanan dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Lumajang – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya, Rudy Saladin, meninjau lokasi rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) Tahap IV di Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Rabu (3/6/2026).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Pangdam didampingi Komandan Korem (Danrem) 083/Baladhika Jaya, Wahyu Ramadhanus Suryawan, bersama jajaran Korem 083/Baladhika Jaya dan Kodim 0821/Lumajang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang, Forkopimca Senduro, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah instansi terkait sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan satuan strategis TNI Angkatan Darat di wilayah Lumajang.

Dalam arahannya, Pangdam V/Brawijaya menegaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan lokasi pembangunan sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan, khususnya terkait lahan masyarakat yang terdampak proyek pembangunan Yonif TP.

“Kami ingin melihat langsung kesiapan lokasi pembangunan Yonif TP di Desa Burno sekaligus mengetahui berbagai kendala yang ada, terutama menyangkut lahan masyarakat yang terdampak pembangunan,” ujarnya.

Pangdam meminta seluruh pihak terkait untuk segera menyelesaikan persoalan administrasi dan status lahan secara transparan serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat guna menjaga situasi yang kondusif.

“Terkait status lahan yang telah direncanakan, agar segera diselesaikan dan disosialisasikan kepada masyarakat. Bagaimanapun wilayah ini merupakan rumah kita bersama,” tegasnya.

Menurut Pangdam, pembangunan Yonif TP tidak hanya berfungsi memperkuat sistem pertahanan negara, tetapi juga berpotensi menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.

Kehadiran satuan baru TNI AD tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, mendorong pembangunan infrastruktur, serta membuka berbagai peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi warga setempat.

“Di wilayah Kodam V/Brawijaya saat ini telah berjalan empat tahap pembangunan Yonif TP. Sesuai rencana, akan dibangun 17 Yonif TP di Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Lumajang. Dampak ekonominya bagi masyarakat tentu sangat besar,” katanya.

Sementara itu, Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, menilai pembangunan Yonif TP di Kabupaten Lumajang akan memperkuat sistem pertahanan teritorial sekaligus meningkatkan sinergi antara TNI dan masyarakat.

Menurutnya, selain mendukung stabilitas keamanan, keberadaan Yonif TP juga diharapkan menjadi katalisator pembangunan daerah melalui peningkatan aktivitas ekonomi, percepatan pembangunan infrastruktur, serta terbukanya peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.

“Keberhasilan pembangunan Yonif TP membutuhkan dukungan seluruh elemen, baik pemerintah daerah, aparat keamanan maupun masyarakat. Dengan sinergi yang baik, pembangunan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kemajuan Kabupaten Lumajang,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam V/Brawijaya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pembangunan Yonif TP Tahap IV di Desa Burno, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, Perhutani, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Terima kasih kepada Forkopimda, Forkopimca, Kodim 0821/Lumajang, pemerintah desa, Perhutani, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang telah memberikan dukungan demi kelancaran pembangunan Yonif TP ini,” pungkasnya.

Pembangunan Yonif TP di Kecamatan Senduro diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan wilayah sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pembangunan daerah di Kabupaten Lumajang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan