Bantul – Medan perbukitan yang terjal dan curam menjadi tantangan tersendiri bagi personel Kodim 0729/Bantul dalam melakukan upaya pencegahan dan pengawasan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Dusun Nawungan 1, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Rabu (2/9/2026).
Upaya penanganan tersebut dilakukan oleh Kodim 0729/Bantul melalui Koramil 10/Imogiri bersama unsur terkait. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0729/Bantul Mayor Cba Suryadi bersama Danramil 10/Imogiri Kapten Cke Sarmin.
Hingga menjelang tengah malam, petugas masih menemukan sejumlah titik api yang berada di kawasan perbukitan. Lokasi api yang berada di bagian atas bukit dengan kontur tanah yang curam membuat personel tidak dapat bergerak secara leluasa menuju titik api.
Kondisi medan yang cukup berat tersebut membuat upaya pemadaman langsung harus dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel. Pengawasan terhadap titik api pun dilakukan dari lokasi yang dinilai aman, sembari mengantisipasi kemungkinan api menjalar ke area lain yang lebih dekat dengan permukiman maupun lahan masyarakat.
Kasdim 0729/Bantul Mayor Cba Suryadi menyampaikan bahwa kondisi medan menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam penanganan Karhutla. Menurutnya, keselamatan personel tetap menjadi prioritas, namun pemantauan terhadap perkembangan titik api harus terus dilakukan untuk memastikan kobaran tidak meluas.
“Medan di lokasi cukup terjal dan curam, sehingga personel harus memperhatikan faktor keselamatan. Meski demikian, pemantauan dan upaya pencegahan tetap dilakukan agar titik api tidak berkembang dan meluas,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kasdim bersama Danramil 10/Imogiri juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kalurahan Selopamioro, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta para relawan yang berada di sekitar lokasi.
Koordinasi dilakukan untuk menyatukan langkah dalam melakukan pemantauan, mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api, sekaligus memastikan perkembangan situasi di lapangan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.
Babinsa dan Bhabinkamtibmas bersama relawan juga terus melakukan pengawasan di sejumlah titik yang dianggap rawan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap kemungkinan api kembali muncul, terutama mengingat kondisi lahan dan vegetasi yang mudah terbakar pada musim kemarau.
Selain mencegah api meluas, keberadaan personel di lapangan juga menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat sekitar. Warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, terutama pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara membakar.
Kasdim menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama dan kepedulian seluruh unsur, mulai dari aparat kewilayahan, pemerintah setempat, relawan hingga masyarakat.
“Sinergi dan koordinasi seluruh unsur sangat penting. Dengan adanya komunikasi yang baik, setiap perkembangan di lapangan dapat segera ditangani sehingga potensi kebakaran meluas dapat diminimalkan,” tambahnya.
Hingga menjelang tengah malam, pemantauan di kawasan perbukitan masih terus dilakukan. Personel bersama unsur terkait tetap bersiaga dan mengawasi perkembangan titik api dari lokasi yang aman, sembari melakukan langkah antisipasi apabila terjadi perubahan arah atau perluasan kobaran.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Kodim 0729/Bantul dan jajaran kewilayahan dalam membantu mencegah terjadinya Karhutla serta menjaga keamanan lingkungan dan masyarakat, khususnya di wilayah perbukitan yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran cukup tinggi selama musim kemarau.
(Pendim 0729/Bantul)






