Fave Hotel Manahan Solo dan SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta Jalin Kerja Sama Pengembangan SDM Perhotelan

Fave Hotel Manahan Solo dan SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta Jalin Kerja Sama Pengembangan SDM Perhotelan

SURAKARTA – Sebanyak 138 siswa jurusan Perhotelan SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta mengikuti kunjungan industri ke fave hotel Manahan Solo, Senin (12/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan proses pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya industri perhotelan.

Kunjungan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB di Saffron Meeting Room itu sekaligus ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta dan fave hotel Manahan Solo.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk membuka ruang pembelajaran yang lebih luas bagi siswa, mulai dari pengenalan operasional hotel, praktik kerja lapangan, program magang hingga peluang penyerapan lulusan sesuai kebutuhan industri.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Moch Harpan Nursitadhi, M.Pd., M.Eng., mengatakan hubungan langsung antara sekolah dan dunia usaha menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai bidang keahliannya.

Menurutnya, pembelajaran di sekolah perlu dilengkapi dengan pengalaman nyata agar siswa memahami standar pelayanan, kedisiplinan, serta budaya kerja yang diterapkan di lingkungan profesional.

“Kami ingin siswa tidak hanya memahami perhotelan dari sisi teori, tetapi juga mengenal bagaimana standar dan budaya kerja diterapkan secara langsung di industri. Melalui kerja sama ini, kami berharap mereka memiliki gambaran yang lebih jelas tentang dunia kerja, sehingga lebih siap mengembangkan kompetensi dan meniti karier di bidang perhotelan,” ujarnya.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Moch Harpan Nursitadhi mewakili pihak sekolah dan Emi Endah Ayu selaku HR Manager fave hotel Manahan Solo dan fave hotel Solo Baru.

Dalam sesi motivasi, Emi Endah Ayu mengajak para siswa memahami pentingnya profesionalisme, disiplin, kemauan belajar, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan industri.

Ia menilai kompetensi tenaga kerja perhotelan tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis, tetapi juga sikap dalam memberikan pelayanan kepada tamu.

“Industri perhotelan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga sikap kerja yang baik, disiplin, dan mampu memberikan pelayanan dengan sepenuh hati,” kata Emi.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal standar industri sejak dini sekaligus membuka peluang pembelajaran melalui program magang dan praktik kerja lapangan.

Siswa Belajar Langsung Operasional Hotel

Usai pembukaan dan penandatanganan MoU, para siswa dibagi menjadi empat kelompok untuk mengikuti tur pengenalan lingkungan hotel.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mengunjungi sejumlah area, mulai dari lobi, Lime Restaurant, ruang pertemuan hingga kamar tamu. Mereka juga diperkenalkan dengan lingkungan kerja bagian housekeeping yang bertanggung jawab menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan kamar.

Melalui kunjungan tersebut, siswa memperoleh gambaran mengenai keterkaitan berbagai departemen dalam menunjang operasional hotel. Pengalaman tamu, misalnya, tidak hanya ditentukan oleh pelayanan di bagian depan, tetapi juga koordinasi antartim dan konsistensi penerapan standar kerja.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik making bed yang dipandu tim housekeeping fave hotel Manahan Solo. Para siswa mempelajari teknik dasar merapikan tempat tidur sesuai standar operasional hotel, termasuk memperhatikan kebersihan, kerapian, dan kenyamanan kamar.

Praktik tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat penerapan keterampilan yang dipelajari di sekolah dalam situasi kerja yang lebih nyata.

Selain memperkenalkan lingkungan industri, kunjungan ini juga menjadi sarana bagi siswa untuk memahami tuntutan profesi perhotelan, mulai dari ketelitian hingga konsistensi dalam memberikan pelayanan.

Membuka Peluang Magang dan Penyerapan Lulusan

Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak membuka peluang pengembangan sejumlah program lanjutan, termasuk praktik kerja lapangan atau magang siswa, program magang guru, serta kesempatan penyerapan lulusan yang memenuhi kompetensi dan kebutuhan industri.

Kolaborasi juga diharapkan dapat membantu sekolah menyesuaikan proses pembelajaran dengan perkembangan dunia kerja, sehingga lulusan memiliki bekal keterampilan yang lebih relevan ketika memasuki industri perhotelan.

Bagi siswa, pengalaman mengenal lingkungan kerja secara langsung diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai profesi yang akan mereka tekuni setelah menyelesaikan pendidikan.

Sementara bagi dunia industri, kemitraan dengan lembaga pendidikan menjadi salah satu cara untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan calon tenaga kerja serta mendukung pengembangan kompetensi sesuai kebutuhan sektor perhotelan.

Kerja sama fave hotel Manahan Solo dan SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta tersebut diharapkan dapat berlanjut melalui program-program yang memberikan manfaat bagi kedua pihak, terutama dalam mempersiapkan sumber daya manusia perhotelan yang terampil, profesional, dan siap menghadapi tuntutan dunia kerja.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan