BCA Syariah Permudah Pembiayaan Emas Lewat BSya, KPR Tumbuh 24 Persen

JAKARTA – PT Bank BCA Syariah terus memperluas layanan pembiayaan berbasis syariah melalui digitalisasi dan pengembangan produk konsumer. Hingga Agustus 2026, pembiayaan emas perseroan tumbuh 81,76 persen menjadi Rp598 miliar. Sementara itu, pembiayaan kepemilikan rumah (KPR) dan kendaraan bermotor juga mencatatkan pertumbuhan positif.

Salah satu langkah yang dilakukan BCA Syariah untuk memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas adalah menurunkan batas minimum pembiayaan dari sebelumnya 10 gram menjadi 5 gram.

Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan, kebijakan tersebut ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi nasabah yang ingin memiliki emas melalui skema pembiayaan syariah.

Peningkatan pembiayaan emas hingga Rp598 miliar per Agustus 2026, atau tumbuh 81,76 persen, menunjukkan perkembangan positif pada produk tersebut.

Selain menurunkan batas minimum pembiayaan, BCA Syariah menghadirkan fitur Emas iB pada aplikasi BSya. Melalui layanan digital ini, nasabah dapat mengajukan pembiayaan emas secara daring sehingga proses pengajuan menjadi lebih praktis.

Pilihan emas yang tersedia juga diperluas. Jika sebelumnya nasabah dapat memilih emas produksi Antam, kini tersedia pula produk dari Galeri 24 dan Hartadinata.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya BCA Syariah untuk memperluas akses layanan keuangan syariah sekaligus memberikan alternatif bagi masyarakat dalam merencanakan investasi jangka panjang.

Pembiayaan KPR Tumbuh 24,17 Persen

Selain pembiayaan emas, BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan pada sektor pembiayaan kepemilikan aset. Hingga Agustus 2026, pembiayaan KPR meningkat 24,17 persen menjadi Rp1,784 triliun.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan perkembangan pembiayaan perumahan yang disalurkan perseroan. Produk KPR berbasis syariah menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah melalui skema pembiayaan sesuai prinsip syariah.

Di sektor otomotif, pembiayaan kendaraan bermotor BCA Syariah juga tumbuh 32,59 persen menjadi Rp78 miliar.

Kinerja pada ketiga lini pembiayaan tersebut mencerminkan perkembangan layanan konsumer BCA Syariah, mulai dari kepemilikan emas hingga pembiayaan aset jangka panjang berupa rumah dan kendaraan.

Ke depan, pengembangan layanan digital dan penyempurnaan proses pengajuan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemudahan akses nasabah terhadap produk pembiayaan.

Melalui pengembangan produk dan layanan tersebut, BCA Syariah berupaya memenuhi kebutuhan finansial masyarakat dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip perbankan syariah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan