Surakarta – Ramada Suites by Wyndham Solo kembali menyelenggarakan perayaan Halloween melalui Ramada Coswalk Street Halloween Party pada Jumat, 30 Oktober 2026. Berkolaborasi dengan Tenka Community, acara ini berlangsung di ruang meeting Brahma dan berhasil menarik lebih dari 300 pengunjung.
Kegiatan ini didominasi oleh kalangan pelajar, komunitas pecinta budaya Jepang atau wibu, serta pelaku ekonomi kreatif di Solo dan sekitarnya. Melalui penyelenggaraan acara ini, Ramada Suites Solo ingin menghadirkan ruang berkumpul yang terbuka bagi berbagai generasi, sekaligus menjadi wadah bagi anak muda untuk mengekspresikan kreativitas dan menyalurkan minat mereka.
Penyelenggaraan Halloween Party ini juga menjadi bagian dari strategi hotel dalam mengoptimalkan pemanfaatan area dan fasilitas yang dimiliki. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap maupun penyelenggaraan pertemuan bisnis, venue indoor maupun outdoor Ramada Suites Solo turut dimanfaatkan sebagai venue untuk kegiatan komunitas, hiburan, dan acara kreatif yang lebih dinamis.
Untuk menjangkau segmen anak muda, hotel menghadirkan Culinary Festival dengan pilihan harga terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga Rp25.000. Strategi ini bertujuan memberikan pengalaman kuliner yang ramah di kantong sekaligus meningkatkan daya tarik acara, mendorong kunjungan, dan membuka peluang transaksi dari pengunjung yang hadir.
Keseruan acara semakin lengkap dengan kompetisi cosplay yang menghadirkan lima kategori penghargaan, yaitu Best Male, Best Female, Favorite, Best Make-up Halloween, dan Best Costume Halloween. Para pemenang mendapatkan hadiah berupa uang tunai dan voucher hotel. Selain kompetisi, pengunjung juga dapat menikmati berbagai hiburan, mulai dari dance performance, games session, hingga berbelanja di merchandise booth dan mencoba permainan gacha.
Melalui Ramada Coswalk Street Halloween Party, Hotel Ramada Suites Solo terus memperkuat posisinya sebagai hotel yang dinamis, inklusif, dan terbuka terhadap beragam aktivitas komunitas dan masyarakat. Inisiatif ini sekaligus menunjukkan bahwa fasilitas hotel dapat dikembangkan menjadi ruang interaksi sosial dan kreativitas lintas generasi.






