Pelantikan Kepengurusan Bratasura dan Hibah Pusaka untuk Museum Keris Surakarta

Foto Bersama Pengurus baru Paguyuban Bratasura Perioda 2018-2023 bersama Walikota solo

Solo,Kabarjoglo.com – Pengurus paguyuban Bratasura (Bawa Rasa Tosan Aji Surakarta) resmi dilantik Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Selasa (10/04/2018). Sebanyak 60 anggota Bratasura berpakaian adat jawa menyatakan ikrar siap sedia menjabat pengurus baru untuk periode 2018 s/d 2023. Ucap sumpah jabatan dipimpin oleh Pendiri Bratasura, H. Sugiatmo Ronggojati yang dilanjutkan dengan penyerahan Pataka kepada Ketua baru R.M. Agus Triatmojo.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Bratasura yang menyatakan kesiapannya mendukung dan mendorong pemerintah dalam bidang kebudayaan. “ Meskipun kita kehilangan dua anggota yang berperan sebagai Empu tidak mematahkan semangat dalam mempertahankan Bratasura, lahirnya anggota baru dari generasi muda membuat kami senantiasa berkomitmen menjaga warisan budaya bangsa”, ujar Ketua Bratasura.

Regenerasi anggota baru patut diacungi jempol, mereka lahir dari berbagai bidang. Putra Alm. Suyamto meneruskan peran bapaknya sebagai Empu Bratasura, dari akademisi diwakilkan oleh Anggun anggota perempuan satu-satunya yang mempunyai background dibidang seni ISI. Anggota yang berasari dari pelatihan otodidak diwakilkan oleh Roni yang juga merupakan anggota termuda.

Wali Kota Surakarta berpesan agar pengurus baru nantinya dapat melaksanakan program yang telah ditetapkan, “saya berterima kasih atas terbentuknya Bratasura untuk  melestarikan budaya jawa, mari kita lihat kedepan kinerja yang dicapai” ujarnya.

Selain pelantikan kepengurusan Bratasura juga diagendakan hibah pusaka dari sejumlah tokoh penting diantaranya K.P.H W. Basuki Cokrodiningrat dan T. Gunawan memberikan pusaka berupa Keris, Tombak  dan Keris Blak yang diserahkan kepada Ketua Bratasura dan Wali Kota  Surakarta  untuk selanjutnya akan dimasukkan menjadi koleksi baru Museum Keris Surakarta.
Berupaya membuat keris sebagai ikon baru destinasi wisata  merupakan tujuan utama Paguyuban Bratasura. Sejak berdiri pada tahun 2013 Bratasura juga berusaha mengenalkan keris pada generasi muda merupakan tantangan yang harus dihadapi.
“kita memiliki fasilitas diorama dilantai bawah museum yang dijadikan tempat proses awal pembuatan hingga akhir bagi pengunjung museum supaya lebih tertarik”, ujar R.M. Agus Triatmojo.
Ia juga menambahkan bahwasannya keris sudah bukan benda tabu, melainkan suatu seni, atribut kelengkapan baju adat. Keris tidak akan hilang dimakan budaya luar bila kita punya tanggung jawab untuk mempertahankan dibalik filosofi yang kuat mengenai benda pusaka ini pelestarian harus tetap diutamakan.

 

Related Posts