BAPEDA Surakarta Gelar Diskusi Terbatas Untuk Integrasi Data Tunggal Sistem Informasi Pemkot

Solo,Kabarjoglo.com – Dalam pengolahan data akan menghasilkan informasi. Data mentah tidak akan berguna apalagi jika orang tidak mengetahui metadatanya. Namun bagi sebagian orang bisa saja menjadi komoditas. Setelah diolah sebuah data akan menghasilkan sesuatu yang berbeda sebagai referensi dalam pengambilan keputusan. Sebuah informasi akan ditampilkan menjadi bentuk lain yang mudah dibaca bagi yang membutuhkannya.

Pemerintah kota Surakarta dibawah koordinasi BAPEDA menyadari akan ketergantungan data satu dengan yang lainnya. Maka data yang ada di setiap OPD PEMKOT harus bisa saling dipertukarjan agar bisa menghasilkan informasi yang bisa digunakan sebagai referensi dalam pengambilan kebijakan. Begitulah pembuka yang dipaparkan Bambang Eka Purnama akademisi dari UBSI Surakarta didepan rapat terbatas di BAPEDA Surakarta.

Lebih lanjut Bambang memaparkan bahwa sebagai langkah awal BAPEDA harus menginventarisasi sistem informasi yang ada di setiap OPD dilingkungan PEMKOT. Kemudian harus dideskripsikan dan dianalisis akan kemanfaatannya. Disinkronkan antar OPD lainnya apakah ada overlap atau tidak. Jika ada bisa jadi salah satu harus di nonaktifkan dan memberdayakan salah satunya yang memiliki keunggulan lebih.

Selanjutnya Sistem Informasi yang dimiliki harus bisa menggambarkan informasi yang merata dari setiap OPD yang ada. Dengan begitu pekerjaan akan semakin mudah dan bisa memikirkan inovasi pembangunan lainnya yang lebih baik lagi untuk kemajuan Solo papar Bambang didepan forum OPD Pemkot Surakarta.

Dengan terintegrasinya database nantinya juga akan mendukung Smartcity yang sedang dibangun bertahap di Solo. Sehingga hampir semua pekerjaan bisa di remote dari mana saja dan kapan saja sehingga masyarakat akan terlayani dengan baik seperti konsep Smartcity yang mengutamakan layanan untuk masyarakat. Yang bergerak bukan lagi manusia tai databasenyalah yang digerakkan dengan sistem informasi.

Tulus Widayat Kepala BAPEDA Surakarta dalam closing statemennya mengatakan bahwa sudah saatnya database yang tersebar dimasing – masing OPD disatukan agar terintegrasi dan menghasilkan informasi yang komprehensif. Sehingga saat bagian keuangan akan mengeluarkan gaji, apakah masuknya pegawai tepat waktu atau tidak, ada lembur atau tidak, ada kegiatan keluar atau tidak bisa mengambil data dari masing – masing OPD dengan mudah kata Tulus mencontohkan salah satu manfaat data yang terintegrasi.

Saat dikonformasi oleh media Bambang mengatakan bahwa untuk bisa saling bertukar database antar OPD maka database yang ada harus tersinkron dengan baik dan terintegrasi. Untuk bisa terintegrasi dengan memanfaatkan sistem informasi yang ada maka bisa menggunakan komunikator antar sistem informasi kata Bambang kepada media.

Bagikan ini ke :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on whatsapp
WhatsApp

SPONSOR