Hari ini : Minggu, 5 Desember 2021 12:48

Praktik Baik di Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat bisa Dijadikan Contoh

 

SOLO – Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga, Kemenko PMK RI, Didik Suhardi, Ph.D, mengapresiasi kemajuan pengelolaan pendidikan di Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, dari KB-TK Aisiyah, SD-SMP-SMA Muhammadiyah Program Khusus. Hal itu disampaikan dalam kunjungan acara penguatan dan motivasi guru dan tenaga kependidikan (GTK) secara tatap muka terbatas sesuai prokes covid-19, Minggu (17/10), di SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.

Didik Suhardi, Ph.D saat menyampaikan paparan di hadapan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, dan Karyawan menekankan pada pengelolaan sekolah harus sungguh-sungguh karena berdampak pada pembentukan generasi masa depan. “Tidak ada sekolah yang tidak diawali dari perjuangan. Mengelola sekolah harus niat ikhlas dan sungguh-sungguh atau tidak boleh main-main,” jelasnya.

Didik Suhardi pun mengaku senang mendapatkan kesempatan berkunjung ke Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Pengelolaan sekolah sungguh luar biasa ditunjukkan dengan prestasi-prestasi yang dicapai. Hal ini merupakan buah upaya luar biasa juga dari penyelenggara pendidikan termasuk guru dan tenaga kependidikan.

“Saya kira hal ini perlu dibukukan, dibuat video atau divisualisasikan sehingga bisa dicontoh sekolah-sekolah Muhammadiyah lain. Mutu sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi sekolah di lingkungan Muhammadiyah sehingga harapan ke depan generasi pemuda lulusan pendidikan yang dikelola Muhammadiyah bisa menjadi bagian terbesar dalam proses pembangunan di Indonesia,” ungkap Didik Suhardi

Kaitan pengembangan karakter, revolusi mental sebaiknya dimulai sejak di sekolah. Sekolah menjadi proses penumbuhan karakter siswa. Didik Suhardi pun mengapresiasi program pengembangan karakter di SMP Muhammadiyah Program Khusus khususnya dan Perguruan Muhammadiyah Kottabarat. Hal ini bisa dilihat dari kondisi sekolah yang sangat bersih dan nyaman. “Hal ini tentunya adalah salah satu bagian dari penanaman dan pengembangan karakter yang luar biasa di SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat. Sekali lagi saya ucapkan selamat,” jelasnya.

Drs. H. Marpuji Ali, M.Si selaku ketua komite Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menyambut gembira atas kunjungan Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga, Kemenko PMK RI, Didik Suhardi di sekolah. Dalam sambutannya, Marpuji Ali menekankan full day school mengarahkan siswa belajar “24 jam”. “Budaya belajar 24 jam maksudnya mengarahkan baik siswa maupun guru senang belajar dan memiliki tanggung jawab belajar untuk pengembangan diri dan sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Iwan Junaedi, M.Pd., Ketua Pimpinan Majlis Dikdasmen PWM Jawa Tengah yang turut hadir pada acara tersebut juga senang dan mengapresiasi upaya yang luar biasa dilakukan oleh SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. “SMP ini menjadi harapan solo raya untuk mencetak generasi yang siap menatap masa depan di dunia dan siap menatap masa depan di akhirat. Mudah mudahan SMP ini selalu sukses menghantar putra putrinya menjadi harapan bangsa agama dan orang tua,” ungkapnya.

Hadir pula dalam acara tersebut Dr. Kasiyarno, M.Hum (mantan Rektor UAD); Abdullah Mukti, M.Pd. (Dikdasmen PP Muhammadiyah); Agus Suroyo, M.Pd. (Kepsek SMP Muh Al Mujahidin), dan Drs. Basuki Haryono, M.Pd. (tim pengembang), Dr. Mohamad Ali, M.Pd. (Direktur Perguruan Muhammadiyah Kottabarat).

Humas SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta
Aryanto
081586061554

Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga, Kemenko PMK RI, Didik Suhardi, Ph.D, mengapresiasi kemajuan pengelolaan pendidikan di Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, dari KB-TK Aisiyah, SD-SMP-SMA Muhammadiyah Program Khusus. Hal itu disampaikan dalam kunjungan acara penguatan dan motivasi guru dan tenaga kependidikan (GTK) secara tatap muka terbatas sesuai prokes covid-19, Minggu (17/10), di SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.

Didik Suhardi, Ph.D saat menyampaikan paparan di hadapan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, dan Karyawan menekankan pada pengelolaan sekolah harus sungguh-sungguh karena berdampak pada pembentukan generasi masa depan. “Tidak ada sekolah yang tidak diawali dari perjuangan. Mengelola sekolah harus niat ikhlas dan sungguh-sungguh atau tidak boleh main-main,” jelasnya.

Didik Suhardi pun mengaku senang mendapatkan kesempatan berkunjung ke Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Pengelolaan sekolah sungguh luar biasa ditunjukkan dengan prestasi-prestasi yang dicapai. Hal ini merupakan buah upaya luar biasa juga dari penyelenggara pendidikan termasuk guru dan tenaga kependidikan.

“Saya kira hal ini perlu dibukukan, dibuat video atau divisualisasikan sehingga bisa dicontoh sekolah-sekolah Muhammadiyah lain. Mutu sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi sekolah di lingkungan Muhammadiyah sehingga harapan ke depan generasi pemuda lulusan pendidikan yang dikelola Muhammadiyah bisa menjadi bagian terbesar dalam proses pembangunan di Indonesia,” ungkap Didik Suhardi

Kaitan pengembangan karakter, revolusi mental sebaiknya dimulai sejak di sekolah. Sekolah menjadi proses penumbuhan karakter siswa. Didik Suhardi pun mengapresiasi program pengembangan karakter di SMP Muhammadiyah Program Khusus khususnya dan Perguruan Muhammadiyah Kottabarat. Hal ini bisa dilihat dari kondisi sekolah yang sangat bersih dan nyaman. “Hal ini tentunya adalah salah satu bagian dari penanaman dan pengembangan karakter yang luar biasa di SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat. Sekali lagi saya ucapkan selamat,” jelasnya.

Drs. H. Marpuji Ali, M.Si selaku ketua komite Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menyambut gembira atas kunjungan Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga, Kemenko PMK RI, Didik Suhardi di sekolah. Dalam sambutannya, Marpuji Ali menekankan full day school mengarahkan siswa belajar “24 jam”. “Budaya belajar 24 jam maksudnya mengarahkan baik siswa maupun guru senang belajar dan memiliki tanggung jawab belajar untuk pengembangan diri dan sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Iwan Junaedi, M.Pd., Ketua Pimpinan Majlis Dikdasmen PWM Jawa Tengah yang turut hadir pada acara tersebut juga senang dan mengapresiasi upaya yang luar biasa dilakukan oleh SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. “SMP ini menjadi harapan solo raya untuk mencetak generasi yang siap menatap masa depan di dunia dan siap menatap masa depan di akhirat. Mudah mudahan SMP ini selalu sukses menghantar putra putrinya menjadi harapan bangsa agama dan orang tua,” ungkapnya.

Hadir pula dalam acara tersebut Dr. Kasiyarno, M.Hum (mantan Rektor UAD); Abdullah Mukti, M.Pd. (Dikdasmen PP Muhammadiyah); Agus Suroyo, M.Pd. (Kepsek SMP Muh Al Mujahidin), dan Drs. Basuki Haryono, M.Pd. (tim pengembang), Dr. Mohamad Ali, M.Pd. (Direktur Perguruan Muhammadiyah Kottabarat).

error: Content is protected !!