Boyolali – Di pagi yang masih diselimuti embun, Babinsa Koramil 10/Sambi Kodim 0724/Boyolali, Serma Maryadi, bersiap dengan seragam dinasnya. Namun, hari itu ia bukan hanya seorang prajurit yang menjaga keamanan, melainkan juga pejuang kesehatan bagi warganya. Bersama tim kesehatan dari Puskesmas Sambi, ia turun langsung ke Desa Tempursari, Kecamatan Sambi, untuk melakukan fogging atau pengasapan guna mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).
Bagi Serma Maryadi, tugasnya sebagai Babinsa bukan hanya soal keamanan dan ketertiban, tetapi juga tentang memastikan warganya hidup sehat. “Kami ingin masyarakat di wilayah binaan terhindar dari ancaman penyakit, salah satunya DBD. Karena itu, kami tidak ragu untuk turun langsung membantu fogging,” ujarnya dengan penuh semangat.
Kegiatan penyemprotan asap ini menyusuri sudut-sudut pemukiman warga, terutama di tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti. Dengan alat fogging di tangan, tim menyebarkan asap yang diharapkan mampu membasmi nyamuk pembawa virus DBD. Bukan tugas yang ringan, tetapi mereka melakukannya dengan penuh kesadaran bahwa ini adalah upaya penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Masyarakat pun menyambut baik kegiatan ini. Mereka merasa lebih tenang karena ada perhatian langsung dari Babinsa dan tenaga kesehatan dalam menghadapi ancaman DBD yang kerap meningkat di musim hujan. “Dengan adanya fogging ini, kami lebih merasa aman. Terima kasih kepada Babinsa dan Puskesmas yang sudah peduli,” ujar salah satu warga.
Fogging ini hanyalah satu dari sekian banyak bentuk kepedulian Babinsa terhadap masyarakat. Ke depan, upaya pencegahan seperti sosialisasi kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk akan terus digalakkan. Karena bagi Serma Maryadi dan timnya, menjaga kesehatan warga adalah bagian dari pengabdian yang tidak mengenal lelah.






