Letkol (Inf) Murdjoko, Jejak Sunyi Perwira Teritorial di Wonogiri

Wonogiri – Nama Letnan Kolonel Infanteri (Letkol Inf) Murdjoko mungkin tak lagi muncul dalam deretan mutasi perwira TNI Angkatan Darat terkini. Namun, jejak pengabdiannya masih terekam jelas dalam arsip media dan dokumentasi satuan, terutama di wilayah Wonogiri dan Solo Raya, Jawa Tengah.

Berdasarkan penelusuran arsip Solopos/Espos serta dokumentasi resmi satuan Kodam IV/Diponegoro, Murdjoko tercatat pernah menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0728/Wonogiri pada periode sekitar 2009 hingga awal 2010-an. Pada masa itu, ia dikenal sebagai perwira teritorial yang aktif turun ke lapangan dan membangun kedekatan dengan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Dekat dengan Petani, Fokus Ketahanan Pangan

Selama menjabat Dandim, Murdjoko menaruh perhatian besar pada ketahanan pangan. Arsip pemberitaan Espos mencatat bagaimana ia mendorong peran Babinsa untuk mendampingi petani, mengoptimalkan lahan tidak produktif, serta menggerakkan penanaman komoditas pangan strategis seperti padi, jagung, dan kedelai.

Pendekatan tersebut dilakukan tidak sekadar sebagai program formal, tetapi sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas wilayah. Baginya, ketahanan keamanan tidak bisa dilepaskan dari ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian yang menjadi tulang punggung Wonogiri.

Keterlibatannya yang intens di sektor ini membuat namanya kerap disebut sebagai sosok Dandim yang dekat dengan petani dan persoalan rakyat kecil.

Pembinaan Prajurit dan Disiplin Satuan

Selain aktif di tengah masyarakat, Murdjoko juga menaruh perhatian pada pembinaan internal satuan. Arsip Solopos mencatat momen ketika ia menyerahkan Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat kepada puluhan prajurit Kodim Wonogiri, sebagai bagian dari pembinaan karier dan motivasi personel.

Dalam berbagai kegiatan internal, ia menekankan pentingnya disiplin, loyalitas, serta menjaga hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan karakter tugas teritorial yang menuntut prajurit tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga adaptif secara sosial.

Karier Berlanjut di Korem 074/Warastratama

Usai menuntaskan tugas di Wonogiri, Murdjoko melanjutkan pengabdian di lingkungan Korem 074/Warastratama, yang berada di bawah naungan Kodam IV/Diponegoro. Jejak digital resmi menunjukkan ia pernah mengemban amanah sebagai Kepala Seksi Logistik (Kasi Log) Korem 074, serta dipercaya sebagai Pelaksana Harian Kepala Staf Korem (Plh Kasrem) sekitar tahun 2018.

Dalam kapasitas tersebut, ia terlibat dalam pengendalian logistik, koordinasi staf, serta mendukung pelaksanaan program Kodam di wilayah Solo Raya. Situs resmi Korem 074 juga mencatat keterlibatannya dalam sejumlah kegiatan penting, termasuk menerima kunjungan Tim Dalprog Kodam IV/Diponegoro dan memimpin upacara peringatan HUT TNI di Surakarta.

Low Profile, Minim Sorotan

Berbeda dengan sebagian perwira yang aktif membangun eksposur publik, Letkol Inf Murdjoko dikenal sebagai sosok low profile. Namanya jarang muncul di media nasional, namun rekam jejaknya konsisten tercatat dalam arsip media daerah dan dokumentasi satuan.

Hingga kini, tidak ditemukan publikasi mutasi atau jabatan strategis terbaru yang menyebut namanya di lingkungan Mabes TNI AD maupun Kodam IV/Diponegoro. Hal itu mengindikasikan bahwa kiprahnya merupakan bagian dari sejarah pengabdian, bukan figur aktif dalam struktur komando saat ini.

Jejak yang Tertinggal

Meski tidak lagi berada di garis depan pemberitaan, kontribusi Letkol Inf Murdjoko meninggalkan jejak tersendiri. Dari sawah petani di Wonogiri hingga ruang staf Korem 074, pengabdiannya mencerminkan wajah TNI teritorial yang bekerja senyap, konsisten, dan dekat dengan rakyat.

Di tengah dinamika zaman dan perubahan generasi kepemimpinan, kisah Murdjoko menjadi pengingat bahwa sebagian pengabdian terbesar justru lahir tanpa sorotan namun dampaknya nyata dan bertahan lama di tengah masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan