Seorang prajurit TNI dari satuan Kopassus, Sersan Satu (Sertu) Wahyu, menunjukkan keberanian dan kepedulian kemanusiaan saat berusaha menolong seorang warga yang menjadi korban pengeroyokan di wilayah Tanjungsari.
Peristiwa tersebut terjadi ketika Sertu Wahyu, yang bertugas di Markas Komando Pasukan Khusus (Makopassus) Cijantung, tengah menjalani izin cuti untuk keperluan pernikahannya. Pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB, usai membeli bohlam lampu, ia hendak pulang dengan mengendarai sepeda motor di Jalan Tanjungsari.
Saat melintas di depan SMAN 1 Tanjungsari, Desa Gudang, Kecamatan Tanjungsari, Sertu Wahyu melihat seorang pengendara motor dihentikan dan dikeroyok secara brutal oleh sekelompok pemuda yang diduga dalam kondisi mabuk.
Melihat kejadian tersebut, naluri kemanusiaan Sertu Wahyu terpanggil. Ia kemudian menghentikan kendaraannya dan berupaya menenangkan situasi dengan menegur para pemuda tersebut secara baik-baik agar menghentikan tindakan kekerasan terhadap korban.
Namun, teguran itu justru memicu kemarahan kelompok tersebut. Delapan pemuda yang berada di lokasi kemudian berbalik menyerang Sertu Wahyu. Meski telah mengaku sebagai anggota TNI, peringatan yang ia sampaikan tidak diindahkan.
Situasi pun berubah menjadi perkelahian yang tidak seimbang, satu orang menghadapi delapan orang sekaligus. Dalam kondisi tersebut, Sertu Wahyu terpaksa membela diri. Dengan kemampuan bela diri yang dimilikinya, ia berhasil melumpuhkan salah satu pelaku pengeroyokan hingga terjatuh di jalan.
Insiden tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan keberanian seorang prajurit yang tetap mengedepankan nilai kemanusiaan dengan berusaha melindungi warga sipil dari tindakan kekerasan.
Hingga kini, peristiwa tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi perhatian publik.
#beritaterkini #beritaviral #info #fyp #indonesia






