Perarakan Arca Bunda Maria di Giriwoyo Wonogiri Berlangsung Khidmat, Polisi Pastikan Pengamanan Maksimal dan Kondusif

WONOGIRI – Suasana religius menyelimuti wilayah Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, saat ratusan umat Katolik mengikuti perarakan Arca Bunda Maria dalam rangka pembukaan Bulan Maria, Kamis (30/4/2026) malam. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan sinergi lintas elemen di tengah masyarakat.

Perarakan yang diinisiasi oleh umat Paroki St. Ignatius Danan ini dimulai sekitar pukul 18.00 WIB dari Gereja Paroki St. Ignatius Danan, Dusun Danan, Desa Sendangagung. Umat berjalan kaki menuju Gua Maria Sendang Ratu Kenya yang berada di Dusun Ngampohan, Desa Platarejo, dengan jarak tempuh kurang lebih 1,5 kilometer.

Sepanjang perjalanan, umat mengikuti prosesi dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Iring-iringan dibagi berdasarkan kelompok lingkungan, menciptakan suasana yang rapi dan terorganisir. Lantunan doa dan nyanyian rohani mengiringi langkah para peserta hingga tiba di lokasi tujuan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang, Romo FX. Sugiyono, Pr., serta didampingi oleh Romo Yohanes Sunyata, Pr., dan Romo Victor Drajad Setiawan, Pr. Kehadiran para rohaniwan ini memperkuat makna spiritual dalam pembukaan Bulan Maria, yang merupakan tradisi penting dalam kalender liturgi umat Katolik.

Setibanya di Gua Maria Sendang Ratu Kenya, rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi serah terima arca, doa bersama, hingga puncaknya yakni Misa Perayaan Ekaristi. Prosesi ini menjadi simbol dimulainya devosi umat kepada Bunda Maria sepanjang bulan Mei.

Di balik kekhidmatan acara, pengamanan ketat turut menjadi perhatian utama. Aparat gabungan dari Polsek Giriwoyo, Koramil 08/Giriwoyo, DKR, Pramuka Peduli, serta relawan masyarakat diterjunkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Giriwoyo IPTU Margiyanto.

Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, SH, MH, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, SH, SIK, MPM, menegaskan bahwa kehadiran aparat merupakan bentuk komitmen dalam menjaga keamanan sekaligus memperkuat nilai toleransi antarumat beragama.

“Kami hadir untuk memastikan kegiatan masyarakat berjalan aman, tertib, dan lancar. Ini juga bagian dari upaya Polri dalam menjaga kerukunan serta memberikan rasa aman bagi seluruh umat dalam menjalankan ibadah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari sinergitas antara aparat keamanan, panitia, serta masyarakat yang saling mendukung.

Perarakan Arca Bunda Maria di Giriwoyo pun berakhir dalam suasana aman, tertib, dan penuh khidmat. Momentum ini sekaligus menjadi cerminan kehidupan sosial masyarakat yang harmonis, di mana nilai spiritual dan kebersamaan berjalan beriringan dalam bingkai kebhinekaan.

(Humas Polres Wonogiri Polda Jateng)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan