Timika, Kabarjoglo.com – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Lucky Avianto, menyatakan kelompok TPNPB-OPM tidak hanya diduga memaksa masyarakat Papua menanam ganja, tetapi juga memperjualbelikan narkotika tersebut kepada anak-anak muda di wilayah pedalaman Papua.
Pernyataan itu disampaikan Lucky Avianto usai pengungkapan ladang ganja di sejumlah wilayah Papua oleh aparat TNI. Menurut dia, temuan tersebut menunjukkan ancaman serius terhadap masa depan generasi muda Papua.
“Selain dipaksa menanam ganja, masyarakat juga dijadikan sasaran peredaran barang haram itu,” kata Lucky dalam keterangannya.
Ia menyebut aparat TNI memperluas operasi pengamanan hingga ke wilayah pedalaman, termasuk lembah dan kawasan pegunungan yang diduga menjadi lokasi budidaya ganja. Dari operasi tersebut, TNI menemukan pengakuan warga yang mengaku mendapat intimidasi untuk menanam ganja di sekitar rumah mereka.
Lucky menilai praktik tersebut bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan budaya masyarakat Papua. Ia menyebut tindakan kelompok separatis itu sebagai ancaman terhadap kehidupan sosial dan masa depan Papua.
Merespons situasi itu, Lucky bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Febriel Buyung Sikumbang dan sejumlah pejabat Kogabwilhan III mendatangi Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan edukasi bahaya narkoba kepada masyarakat sekaligus menyosialisasikan daftar pencarian orang (DPO) tokoh TPNPB-OPM yang disebut terlibat dalam budidaya ganja di Papua.
Dalam kegiatan itu, aparat TNI menggelar sosialisasi kepada orang tua dan anak-anak melalui pendekatan humanis. Anak-anak mendapat edukasi bahaya narkoba melalui permainan serta pembagian perlengkapan sekolah dan makanan ringan.
Lucky mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan TNI terhadap program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Ia mengaitkan langkah itu dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memerangi peredaran narkoba.
Ia juga menyinggung pernyataan juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, yang disebut mendukung legalisasi budidaya ganja oleh kelompok separatis.
Menurut Lucky, narkotika menjadi ancaman serius bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua. Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat ikut terlibat dalam pemberantasan narkoba di Papua.
Dalam kesempatan tersebut, Lucky turut memberikan apresiasi kepada personel Satgas TNI yang berhasil menemukan hampir 2.000 batang pohon ganja di wilayah operasi.
“Ini bukan hanya tugas pengamanan, tetapi juga upaya menyelamatkan masa depan generasi muda Papua,” ujarnya.






